JABAR EKSPRES – Kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang pemuda berinisial A di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, akhirnya terungkap.
Polisi mengungkapkan bahwa aksi kekerasan brutal tersebut dipicu oleh kecemburuan dan tantangan pribadi antara korban dan salah satu pelaku, terkait hubungan dengan pacar korban.
Kasat Reskrim Polresta Bandung Kompol Luthfi Olot Gigantara menjelaskan, peristiwa yang dilakukan ketiga pelaku berinisial DS, LF dan LI itu terjadi pada 8 Juli 2025 sekitar pukul 23.30 WIB di Jalan Raya Laswi, Baleendah.
Baca Juga:Sebut Tak Tahu Adanya Hajatan Sang Anak hingga jadi Pesta Berujung Maut, KDM Cuci Tangan!Lima Tahun Menanti, Revitalisasi Setu Gunung Putri Masih Jadi Wacana
Namun kasus baru terungkap setelah video pengeroyokan viral di media sosial, dan keluarga korban melapor ke polisi.
“Salah satu pelaku berinisial D ini sempat berkomunikasi dengan pacar korban. Karena hal itu, korban merasa cemburu dan menantang pelaku D,” ujar Luthfi dalam keterangan pers, Jumat (18/7/2025).
Tersinggung dengan tantangan tersebut, pelaku D menceritakan kejadian itu kepada dua pelaku lain. Mereka kemudian sepakat untuk mencari keberadaan korban dan merencanakan konfrontasi.
Pelaku lain yang mengenal korban, membantu mencari lokasi tempat korban biasa berkumpul.
“Pelaku lain mengetahui tempat tongkrongan korban. Mereka akhirnya menuju lokasi tersebut, dan tak lama setelah tiba, korban datang ke tempat itu,” kata Luthfi.
Begitu korban tiba, ketiga pelaku langsung menyerangnya secara bersama-sama. Korban dipukul dan ditendang hingga mengalami luka serius.
Dalam video yang beredar, tampak korban datang menggunakan motor matic dan langsung menjadi sasaran pengeroyokan meskipun belum sempat turun dari kendaraannya.
Baca Juga:UNIBI Buat Film Dokumenter “Usik Sanyiru Padanan”, Lestarikan Warian Budaya Lokal dengan DigitalisasiDesak Bulog Serap Tambahan Satu Juta Ton Beras, Ini Alasan Zulhas!
“Ketiga pelaku telah mengakui perbuatannya. Mereka melakukan kekerasan secara bersama-sama terhadap korban hingga korban terluka berat,” ungkap Luthfi.
Korban kemudian meninggal dunia dan dimakamkan oleh pihak keluarga. Polisi baru mengetahui kejadian tersebut setelah video pengeroyokan menyebar luas di media sosial.
“Korban sudah dimakamkan. Kami rencanakan ekshumasi jenazah pada Sabtu untuk dilakukan autopsi oleh dokter forensik,” ujarnya.
Tim gabungan dari Satreskrim Polresta Bandung dan Polsek Baleendah berhasil menangkap ketiga pelaku di lokasi berbeda.
Dua pelaku ditangkap di kontrakannya saat sedang bersembunyi di wilayah Baleendah, sementara satu pelaku lainnya diamankan saat melintas di depan Gedung Juang.
