Dinilai jadi Momentum Penting, Jeje Ritchie Pastikan MPLS 2025 Berjalan Ramah dan Edukatif

Dinilai jadi Momentum Penting, Jeje Ritchie Pastikan MPLS 2025 Berjalan Ramah dan Edukatif
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail saat memantau MPLS di SMPN 2 Padalarang. Dok Prokompim KBB
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, meninjau langsung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026 di dua sekolah, yakni SMP Negeri 2 Padalarang dan SMP Negeri 1 Cisarua.

Kehadiran Bupati di tengah-tengah peserta didik disambut antusias oleh para siswa baru, guru, serta tenaga kependidikan.

Dalam kunjungannya, Jeje menuturkan bahwa MPLS merupakan momentum penting untuk membentuk karakter serta menanamkan semangat belajar sejak dini.

Baca Juga:Tegas, Pemain Judol Tak Akan Diberi Bantuan Pangan!Dinilai Belum Mencukupi, Kemenkeu Minta Tambah Anggaran jadi Rp52 Triliun!

“MPLS bukan hanya tentang pengenalan materi akademik, tapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai kebangsaan,” ujar Jeje saat memberikan sambutan di SMPN 2 Padalarang.

Jeje menegaskan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendorong pelaksanaan MPLS yang kreatif, inovatif, dan ramah terhadap siswa.

Ia berharap MPLS dapat menjadi fondasi kuat bagi peserta didik baru untuk meraih prestasi di masa depan.

“Kami memberikan kebebasan kepada sekolah untuk mengemas MPLS dengan cara yang menarik namun tetap edukatif. Harapannya, para siswa merasa nyaman dan termotivasi untuk terus berprestasi,” tambahnya.

Diketahui, kegiatan MPLS di kedua sekolah berlangsung lancar dengan berbagai kegiatan seperti pengenalan lingkungan sekolah, simulasi pembelajaran, serta pengenalan kegiatan ekstrakurikuler.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Asep Dendih, menyebutkan bahwa jumlah siswa baru yang mengikuti MPLS di SMPN 2 Padalarang sebanyak 396 siswa, sementara di SMPN 1 Cisarua sebanyak 484 siswa.

“Kami memastikan pelaksanaan MPLS di seluruh satuan pendidikan berjalan sesuai dengan prinsip ramah anak, tanpa unsur perpeloncoan atau tindakan yang dapat merugikan siswa secara fisik maupun psikologis,” tegas Asep.

Baca Juga:Sekelas Hanya 11 Siswa, SMA Budi Luhur Cimahi Bertahan di Tengah Lesunya Peminat Sekolah SwastaSelangkah lagi, FKSS Gugat Kebijakan Dedi Mulyadi ke PTUN

Dinas Pendidikan Bandung Barat juga telah mengeluarkan panduan pelaksanaan MPLS kepada seluruh sekolah, termasuk larangan pemberian tugas yang tidak masuk akal, serta keharusan mendapatkan izin orang tua bila kegiatan MPLS dilakukan di luar sekolah.

“Dengan semangat kebersamaan antara sekolah, orang tua, dan masyarakat, MPLS 2025 di Kabupaten Bandung Barat diharapkan menjadi awal yang menyenangkan dan bermakna bagi para peserta didik baru,” tandasnya. (Wit)

0 Komentar