Sekelas Hanya 11 Siswa, SMA Budi Luhur Cimahi Bertahan di Tengah Lesunya Peminat Sekolah Swasta

Sekelas Hanya 11 Siswa, SMA Budi Luhur Cimahi Bertahan di Tengah Lesunya Peminat Sekolah Swasta
SMA Budi Luhur Cimahi yang Tampak Sepi dari Siswa. (Mong/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Di tengah hiruk-pikuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang ramai di sekolah-sekolah negeri, suasana berbeda tampak di SMA Budi Luhur, salah satu sekolah swasta di Kota Cimahi.

Sekolah ini hanya menerima 11 siswa baru tahun ini angka yang bagi sebagian sekolah lain mungkin jadi alarm penutupan, namun tidak bagi sekolah ini.

Edo Herdianto, remaja 17 tahun yang kini resmi menjadi siswa kelas 1 SMA Budi Luhur, tampak duduk bersila di lantai kelas. Dengan fokus, ia menggunting kertas karton untuk membuat nametag yang akan dipakai selama MPLS berlangsung.

Baca Juga:Selangkah lagi, FKSS Gugat Kebijakan Dedi Mulyadi ke PTUNJaro Ade : Kopdes Merah Putih Senjata Melawan Kemiskinan dari Akar Rumput

Di dalam ruangan itu, hanya ada 10 teman barunya dan seorang kakak kelas dari OSIS yang bertugas mendampingi.

“Kemarin apel pembukaan MPLS, enggak lama karena kan hujan. Sekarang pindah ke kelas, membuat nametag buat dipakai selama MPLS,” kata Edo saat ditemui, Selasa (15/7/2025).

Tak seperti masa orientasi siswa zaman dulu yang identik dengan tugas aneh-aneh, MPLS di SMA Budi Luhur berlangsung santai dan edukatif. Edo hanya membawa perlengkapan sederhana seperti kertas karton, gunting, lem, dan spidol.

“Enggak ada yang aneh-aneh, ya cuma disuruh bawa ini aja peralatan untuk membuat nametag,” ucapnya.

Edo mengakui bahwa SMA Budi Luhur bukanlah pilihan utamanya. Ia sempat mencoba mendaftar ke sekolah negeri melalui jalur nilai rapor.

“Kebetulan daftar dulu ke SMAN 4 Cimahi jalur nilai rapor, cuma enggak keterima karena nilainya kurang. Sebelumnya saya ikut Paket B (sekolah kesetaraan jenjang SMP),” ungkapnya.

Namun, Edo tak berkecil hati. Ia tetap bersemangat menjalani pendidikan, meski teman sekelasnya hanya sepuluh orang.

Baca Juga:Banderol Harga hingga Belasan Juta, Sindikat Perdagangan Bayi Jaringan Internasional Terungkap!Soal Pelibatan TNI Polri dalam MPLS, Legislator: Biarkan Pendidikan Berjalan Sebagai Mana Mestinya

“Enggak apa-apa, yang penting kan belajar. Jadi enggak masalah teman sekelasnya cuma sedikit,” ujar Edo mantap.

Hal senada diungkapkan Putri, salah satu teman sekelas Edo. Ia justru menganggap jumlah teman yang sedikit sebagai keuntungan.

“Enggak apa-apa cuma sedikitan, yang penting kan tetap belajar. Tujuannya biar lulus, terus bisa lanjut kuliah mengejar cita-cita sebagai perawat,” kata Putri.

Meski terlihat sedikit, jumlah murid baru tahun ini sebenarnya naik drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun lalu, SMA Budi Luhur hanya memiliki dua murid baru.

0 Komentar