JABAR EKSPRES – Warga Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dikejutkan dengan penemuan puluhan karung berisi bangkai ayam yang dibuang di lahan kosong di tepi Jalan Kolonel Masturi.
Penemuan yang terjadi pada Selasa (8/7) pagi itu memicu keresahan warga karena menimbulkan bau busuk yang sangat menyengat.
Ketua relawan Ikatan Kader Tangguh Masyarakat (IKTM) Lembang, Dedang Kurnia, mengungkapkan temuan bermula dari laporan warga yang mencium bau tidak sedap saat melintas di sekitar lokasi.
Baca Juga:Pemkot Bandung Bakal Ambil Alih Pengelolaan Sampah Pasar : Lindungi Pedagang dari KetimpanganTerlibat Kecelakaan, Pria di Pasirkaliki Bandung Tewas Diduga Kena Serangan Jantung
Setelah dicek, mereka menemukan sekitar 40 karung berwarna cokelat bertuliskan “Jilin Yirun Protein Co., Ltd” yang ternyata berisi bangkai ayam dalam berbagai bentuk, seperti kepala, dada, bahkan masih ada yang utuh.
“Warga melaporkan ada bau busuk menyengat dari karung yang tergeletak di pinggir jalan. Setelah kami cek, ternyata isinya bangkai ayam yang sudah dikerubungi lalat,” kata Dedang saat dikonfirmasi, Rabu (9/7/2025).
Menurut keterangan warga, lokasi tersebut pada malam sebelumnya masih dalam kondisi bersih. Hal ini memperkuat dugaan bahwa ratusan bangkai ayam tersebut sengaja dibuang oleh pihak tak bertanggungjawab pada malam hari.
“Jadi seperti dia memanfaatkan kondisi jalan yang sepi. Makanya dibuang pada malam hari,” kata Dedang.
Dedang mengatakan pihaknya langsung melaporkan temuan ini ke Polsek Lembang serta pihak Desa Cikahuripan dan Kecamatan Lembang. Namun, hingga saat ini karung-karung bangkai ayam tersebut masih berada di lokasi tanpa penanganan.
“Kami berharap ada tindakan cepat dari instansi terkait. Limbah ini sangat mengganggu dan bisa membahayakan kesehatan, apalagi Lembang ini daerah wisata,” ujarnya.
Keluhan juga disampaikan oleh warga setempat, Musa, yang merasa sangat terganggu dengan bau tajam dari bangkai ayam tersebut.
Baca Juga:Transformasi Transportasi Bandung: Wacana Penghapusan Trayek Angkot dan Lahirnya “Angkot Cerdas”Kembali ke Bandung sebagai Lawan, Nick Kuipers dan Edo Febriansyah Disambut Sorakan Bobotoh
Ia menyebut lokasi pembuangan bukan tempat sampah liar, sehingga patut diduga pembuangan dilakukan secara sengaja dan sembunyi-sembunyi.
“Bau sangat menyengat dan lalat juga sangat banyak. Ini bukan tempat sampah, mungkin sengaja dibuang karena tempatnya sepi,” ucapnya.
Menanggapi laporan warga, Polsek Lembang mengaku telah mengecek lokasi. Wakapolsek Lembang, AKP Undi Kurnia, memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat agar limbah segera ditangani sebelum menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan yang lebih serius.
