Latihan Kepemimpinan PPP, Modal Bangkit dari Ketiadaan Kursi di Parlemen

Latihan Kepemimpinan PPP, Modal Bangkit dari Ketiadaan Kursi di Parlemen
Wakil Ketua DPW PPP Jawa Barat, Supriatna. (Mong / Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Di tengah dinamika politik nasional yang terus bergerak cepat, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengambil langkah serius dalam memperkuat akar ideologinya.

Melalui program Latihan Kepemimpinan Kader Dasar (LKKD), DPW PPP Jawa Barat mendorong lahirnya kader-kader baru yang tidak hanya paham sejarah partai, tapi juga memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan dan pemberdayaan desa.

Wakil Ketua DPW PPP Jawa Barat, Supriatna, menegaskan pelatihan ini bukan sekadar formalitas partai, tapi bagian dari strategi jangka panjang untuk menata organisasi dari tingkat paling dasar. Menurutnya, PPP ingin kembali meneguhkan jati dirinya sebagai partai yang lahir dari rahim pesantren.

Baca Juga:Persib Bandung Ditahan Imbang Dewa United 1-1, Gol William Marcilio Terbalas Pinalti di Menit AkhirLiburan Asyik ke Blok M, Warga Bogor Pilih Bus Transjabodetabek P11 daripada KRL

“Yang kita tekankan hari ini adalah rencana tindak lanjut. Karena kita menyadari bahwa PPP dilahirkan oleh para kyai, para ulama yang memiliki pondok pesantren,” ujar Supriatna saat ditemui usai kegiatan pelatihan belum lama ini.

Ia menyebut, sejak awal PPP sudah berakar kuat di lingkungan pesantren. Karena itu, kaderisasi yang dibangun pun diarahkan untuk menjaring dan membina kader dari kalangan pesantren. Langkah ini, kata dia, akan diperkuat dengan pendataan kader berbasis pesantren di seluruh daerah.

Namun tak hanya soal ideologi dan asal-usul, Supriatna juga mengangkat isu penting lainnya, isu lingkungan. Ia menilai, sebagai manusia yang berperan sebagai khalifah di muka bumi, para kader PPP juga harus peka terhadap persoalan ekologi.

“Kita sadar hari ini kita menghadapi krisis lingkungan. Maka para kader PPP harus punya kepekaan terhadap isu lingkungan, seperti sampah, penghijauan, dan sebagainya. Itu menjadi konsen kita hari ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kekuatan PPP ada di desa-desa. Karena itu, menurutnya, kader dan pengurus partai harus aktif berinteraksi dengan pemangku kepentingan di wilayah pedesaan, termasuk dalam menjaga ketahanan pangan.

“Jangan lupa bahwa basis PPP itu di desa. Maka seluruh kader, mulai dari bawah, harus bisa berinteraksi dengan tokoh-tokoh desa. Kita harus punya kepedulian terhadap ketahanan pangan, yang dimulai dari desa,” katanya.

Supriatna juga menjelaskan bahwa LKKD menjadi salah satu bentuk ikhtiar nyata dalam memperkuat struktur internal partai, terutama di tengah kenyataan bahwa PPP saat ini belum memiliki wakil di parlemen.

0 Komentar