Gelaran Piala Indonesia Gagal Lagi, Katanya Sih Geografis dan Jadwal Padat Jadi Penghalang

Ketua Umum PSSI Erick Thohir takkan gulirkan Piala Indonesia/Foto: Istimewa/
Ketua Umum PSSI Erick Thohir takkan gulirkan Piala Indonesia/Foto: Istimewa/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, membeberkan alasan utama mengapa Piala Indonesia belum bisa kembali digelar dalam waktu dekat.

Salah satu faktor terbesarnya adalah kondisi geografis Indonesia yang sangat luas dan memerlukan logistik perjalanan yang rumit.

“Geografis kita itu dari ujung ke ujung, delapan jam naik pesawat terbang. Bukan mobil delapan jam. Kita negara kepulauan, klubnya banyak, jaraknya juga jauh,” ujar Erick dalam konferensi pers di Hotel Langham, Jakarta Selatan, Senin, 7 Juli 2025.

Baca Juga:Pelaku Rudapaksa Siswi SMP di Gunung Sindur Resmi Jadi TersangkaBupati Ciamis Ditagih Janji, Pendidikan Diniyah Minta Kepastian

Piala Indonesia sendiri terakhir kali digelar pada musim 2018/2019 dan dimenangkan oleh PSM Makassar. Sebelumnya, turnamen ini telah digelar tujuh kali sejak edisi perdananya pada tahun 2005, namun tidak berlanjut secara konsisten karena berbagai kendala.

Erick juga menjelaskan bahwa padatnya jadwal kompetisi, baik di level domestik maupun internasional, membuat sulit untuk menyisipkan turnamen tambahan seperti Piala Indonesia ke dalam kalender sepak bola nasional.

“Misalnya habis main hari Minggu, Senin sudah harus berangkat ke luar negeri. Rabu malam tanding, Kamis pulang, Jumat baru sampai, lalu Minggu main lagi. Kapan latihannya?” jelas Erick menggambarkan betapa padatnya aktivitas klub-klub Indonesia, khususnya yang bermain di kompetisi Asia.

Kondisi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran akan risiko cedera yang tinggi, terutama bagi pemain-pemain Timnas Indonesia yang juga menjadi andalan di klub masing-masing. Hal ini tentu berdampak pada ketersediaan pemain berkualitas di skuad nasional.

“Kalau pemain timnas cedera semua, penggantinya siapa? Talent pool kita juga belum terlalu dalam. Ini realita,” tambah Menteri BUMN itu.

Meski begitu, Erick menyatakan bahwa dirinya tetap mendukung digelarnya kembali Piala Indonesia. Namun, pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kalender yang saling terintegrasi agar tidak mengganggu ritme kompetisi utama.

“Silakan Piala Indonesia digelar, asal kalendernya masuk. Saya tidak takut dihujat karena percaya pada proses. Ini soal duduk bersama dan menyamakan pola pikir,” tegas Erick.

Baca Juga:Revitalisasi Teras Cihampelas: Kolong Belum Tersentuh, Atas Siap DiperbaikiVilla di Tebing Cisarua Tewaskan Tamu, Menteri Hanif Ancam Sanksi Berat hingga Rp10 Miliar

Sementara itu, suara dari pemain juga mulai terdengar. Kiper PSM Makassar, Reza Arya, mengungkapkan kerinduannya terhadap kompetisi Piala Indonesia. Menurutnya, turnamen ini sangat penting bagi pemain lokal dan muda yang kesulitan mendapat menit bermain di Liga 1.

0 Komentar