Prospek Penerimaan Pajak Semester I 2025 Capai Rp831,27 Triliun

Ilustrasi keuangan pajak. (foto/Pixabay)
Ilustrasi keuangan pajak. (foto/Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah mencatat realisasi penerimaan pajak hingga semester I 2025 mencapai Rp831,27 triliun, atau 38 persen dari target APBN 2025.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa penerimaan pajak masih menunjukkan tekanan, terutama akibat penurunan tajam pada awal tahun.

Pada Januari 2025, penerimaan pajak tercatat hanya sebesar Rp88,9 triliun atau terkontraksi 41,9 persen dibandingkan Januari 2024 yang mencapai Rp152,9 triliun.

Baca Juga:Alasan Jateng Menarik untuk Tempat InvestasiProgram Pemutihan Pajak Diperpanjang, Lonjakan Bayar Pajak di Kabupaten Bandung Mencapai 66 Persen

“Netonya memang jauh lebih dalam kontraksinya Januari 41,9 persen karena restitusi cukup besar. Sampai Februari masih terasa,” ujar Sri Mulyani.

Menkeu menjelaskan restitusi pajak yang cukup tinggi di awal tahun turut memengaruhi pola penerimaan. Namun, perbaikan mulai terlihat sejak Maret 2025.

Perbaikan mulai terlihat Maret 2025 yang mengalami kenaikan 3,5 persen secara tahunan menjadi Rp134,8 triliun, kemudian pada April sebesar Rp234,4 triliun atau tumbuh 5,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp221,6 triliun.

Namun, sempat kembali mengalami kontraksi pada Mei menjadi Rp126,2 triliun atau turun 7,4 persen, namun mulai stabil pada Juni.

“Pada Mei kontraksi lagi karena restitusi, dan Juni mulai positif setelah Dirjen Pajak baru melakukan adjustment,” kata Menkeu.

Sri Mulyani juga menilai pola penerimaan pajak yang naik-turun tersebut relative konsisten terjadi dari tahun ke tahun.

Pihaknya pun optimis pada Semester II 2025 penerimaan anggaran bisa distabilkan.

“Capaian ini memberi harapan bahwa di semester dua kita bisa melakukan stabilitasasi penerimaan negara yang menjadi backbone APBN,” ucapnya.

Baca Juga:Bupati Bogor Rudy Susmanto akan Berikan Beasiswa Bagi Calon Dokter hingga PerawatDisdagkoperin Cimahi Tegaskan Kenaikan Harga Gas Bukan Mendadak, Ini Alasannya!

Adapun total penerimaan neto Rp831,27 triliun hingga Juni 2025, Sebagian besar berasal dari PPh badan sebesar Rp152,49 triliun (turun 11,7 persen yoy), PPN dan PPnBM sebesar Rp267,27 triliun (turun 19.7 persen), PPh orang pribadi Rp14,03 triliun (naik 35,6 persen) serta PBB Rp11,53 triliun (naik 247,2 persen).

Sri Mulyani juga menetapkan outlook penerimaan pajak hingga akhir 2025 diproyeksikan mencapai 94,9 persen dari target APBN, atau tumbuh 7,5 persen dibanding tahun sebelumnya.

Proyeksi ini ditopang oleh membaiknya kondisi ekonomi nasional, pertumbuhan ekonomi stabil di kisaran 5 persen, daya beli masyarakat yang cukup kuat, serta peningkatan aktivitas di sektor manufaktur.

Pemerintah mengandalkan pelaksanaan joint program optimalisasi penerimaan negara yang melibatkan Kementerian Keuangan bersama kementerian dan lembaga terkait untuk memperkuat penerimaan pajak ke depan.

0 Komentar