Setiap Hari Menghirup Debu, Warga Dukung Dedi Mulyadi Tutup 13 Tambang Ilegal di KBB

Aktivitas tambang di Kawasan Karst Citatah, Padalarang, Bandung Barat. Senin (30/6). Dok Jabar Ekspres/Suwitno
Aktivitas tambang di Kawasan Karst Citatah, Padalarang, Bandung Barat. Senin (30/6). Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dengan tegas menyatakan akan menutup 13 tambang ilegal di Karst Citatah.

Dalam kunjungannya beberapa waktu lalu ke Bandung Barat, Dedi mengatakan, Pemprov Jawa Barat akan mengambil alih penanganan 13 aktivitas tambang ilegal yang selama ini luput dari pengawasan.

“Kami tidak akan kompromi terhadap tambang ilegal yang merusak lingkungan dan menyengsarakan rakyat. Karst Citatah harus dilindungi,” kata Dedi Mulyadi.

Baca Juga:Dedi Mulyadi Sempat Bela Sekda Jabar, Sosok Cerdas dan EksekutorPemutihan Pajak Kendaraan Diperpanjang hingga 30 September, Warga Cimahi Diimbau Tak Menunda

Polusi debu akibat kegiatan tambang menjadi ancaman nyata bagi kesehatan. Debu beterbangan dan menyelimuti rumah warga, sekolah, hingga lahan pertanian.

Di sisi lain, jalan utama Padalarang–Cianjur setiap hari dijejali truk-truk bertonase besar yang hilir mudik tanpa henti. Kemacetan parah sering terjadi, terutama di pagi dan sore hari.

Bahkan di beberapa titik, aspal jalan tampak rusak berat akibat beban berlebih dari kendaraan tambang.

Langkah penutupan 13 tambang ilegal ini diharapkan menjadi titik balik bagi masa depan Karst Citatah. Dukungan masyarakat terhadap penutupan tambang menunjukkan bahwa ada kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga lingkungan, kualitas hidup, dan warisan alam untuk generasi mendatang.

“Kami ingin hidup tenang, anak-anak bisa sekolah tanpa debu, jalan nggak rusak terus,” harap Fitri, warga Citatah, Kecamatan Cipatat. (Wit)

0 Komentar