Optimalisasi Aset, Pemprov Bakal Gelar Event Paralayang Dunia di Bukit Batu Dua Sumedang

Optimalisasi Aset, Pemprov Bakal Gelar Event Paralayang Dunia di Bukit Batu Dua Sumedang
Sekda Jabar Herman Suryatman meninjau lokasi aset di Bukit Batu Dua Sumedang
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemprov Jabar bakal menggelar event paralayang tingkat dunia. Itu bagian optimalisasi aset.

Rencananya event tersebut bakal digelar September mendatang. Namanya, West Java Paragliding World Championship 2025.

Lokasinya di venue paralayang Bukit Batu Dua, Gunung Lingga, Sumedang. Selain aset Pemprov, lokasi itu sebenarnya cukup dikenal sebagai destinasi unggulan olahraga dirgantara di Jawa Barat. Namun memang belum banyak event digelar di lokasi itu.

Baca Juga:Gersangnya Perbukitan Cimenyan Bandung, Perbaikan Lingkungan Dilakukan Lewat Aksi Tanam 3.000 Pohon KerasDongkrak Ekomoni Daerah, Perputaran Uang di Kabogor Fest 2025 Capai Rp2,5 Miliar

Karena itulah, Pemprov berkolaborasi dengan Pemkab Sumedang bakal meramaikan lokasi itu. Salah satunya dengan event tingkat dunia tersebut.

Event tersebut akan menghadirkan atlet paralayang dari berbagai negara. Sehingga menjadi ajang promosi wisata olahraga untuk Jabar dan khususnya Sumedang.

Tokoh paralayang Jawa Barat, Aries Pribaya, turut mendukung pelaksanaan kejuaraan tersebut. Menurutnya Bukit Batu Dua sebagai lokasi yang menyenangkan dan menantang bagi para atlet paralayang dunia.

“Batu Dua itu amusing dan amazing. Lokasinya luar biasa dan sangat cocok untuk event kelas dunia,” cetus Aries.

Sementara itu, Sekda Jabar Herman Suryatman mengungkapkan, selain mendukung olahraga, event tersebut juga memiliki semangat dalam optimalisasi aset. Kemudian kejuaraan itu juga bakal berbuntut panjang pada ekonomi lokal.

Aset milik Pemdaprov Jabar tidak hanya dimanfaatkan secara optimal, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Termasuk meningkatkan citra Jawa Barat di tingkat internasional.

Herman menuturkan, Provinsi Jawa Barat memiliki aset yang sangat luar biasa. Salah satunya yang ada di Kabupaten Sumedang. “Kami juga mendapat tugas khusus untuk memastikan pengamanan dan pemanfaatan aset secara optimal,” cetusnya.

Baca Juga:Komisi III Ungkap Kejanggalan di Proyek Pembangunan SDN Gang Aut yang Renggut Korban JiwaKabupaten Bogor Butuh Rp6 Triliun untuk Benahi Fasilitas Pendidikan, Bupati Minta Bantuan Pemrov Jabar

Herman menegaskan, pengamanan aset harus dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi fisik, administrasi, maupun aspek hukum. Selain itu, pemanfaatan aset juga perlu diarahkan agar mendukung kegiatan masyarakat, pembangunan daerah, serta pengembangan potensi lokal.

Di sisi lain, Tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Penataan Aset kembali menjadi catatan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Seakan jadi langganan, dua topik itu jadi temuan BPK dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) APBD Pemprov Jabar tahun anggaran 2024.(son)

0 Komentar