JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bogor memerlukan anggaran hampir Rp6 triliun untuk membenahi seluruh fasilitas pendidikan yang masih jauh dari layak.
Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto usai mendapat keluhan dari siswa SDN Cempaka, Kecamatan Gunung Sindur, yang terpaksa belajar di lantai akibat minimnya sarana pendidikan.
“Kami sudah hitung, total kebutuhan anggaran untuk memperbaiki semua fasilitas pendidikan di Kabupaten Bogor mencapai hampir Rp6 triliun. Tidak mungkin kami penuhi itu hanya dalam satu tahun anggaran,” ujarnya, Jumat (27/6).
Baca Juga:Miris! Jadi Korban Perundungan, Anak SMP di Ciparay Bandung Ditendang dan Diceburkan ke SumurPawai Obor Kabupaten Bogor Berjalan Meriah, Bupati Ucapkan Terima Kasih kepada Masyarakat
Keluhan keterbatasan fasilitas bukan hal baru bagi siswa di Bumi Tegar Beriman. Kondisi ini bahkan sudah menjadi sorotan sejak Rudy masih menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bogor.
Kini, sebagai Bupati, ia berupaya keras mencari solusi.
Rudy mengaku telah melayangkan surat resmi ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) guna meminta bantuan anggaran.
Ia menyebut, kolaborasi lintas pemerintah menjadi kunci untuk mempercepat perbaikan infrastruktur pendidikan.
“Kami ingin mengikuti model yang sudah dicanangkan Pemprov Jabar, yaitu pembangunan ruang kelas satu paket lengkap dengan fasilitasnya. Jadi, tidak hanya bangunan, tapi langsung berikut isinya,” jelas Rudy.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemenuhan fasilitas pendidikan akan menjadi prioritas utama dalam anggaran perubahan tahun 2025.
Skema anggaran akan dibuat lebih efisien, agar perbaikan ruang kelas bisa langsung mencakup seluruh kebutuhan, mulai dari meja, kursi, hingga alat peraga belajar.
“Fasilitas pendidikan adalah fokus kami. Ini bukan hanya soal bangunan, tapi menyangkut masa depan anak-anak kita,” tandasnya.
