JABAR EKSPRES – Hamparan tanah di area Perbukitan Cimenyan, tepatnya di wilayah Kampung Cikawari, Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung cukup gersang dan dinilai perlu penambahan pohon keras.
Selain bertujuan mengembalikan fungsi perbukitan, perlunya area tersebut ditanami pohon keras, agar tak berpotensi menimbulkan ancaman bencana alam. Sebab adanya daya ikat tanah dan resapan air yang ideal.
Melihat gersangnya Perbukitan Cimenyan, aksi penanaman pohon pun digerakkan guna mengembalikan fungsi kawasan tersebut, sebagai area resapan air.
Baca Juga:Dongkrak Ekomoni Daerah, Perputaran Uang di Kabogor Fest 2025 Capai Rp2,5 MiliarKomisi III Ungkap Kejanggalan di Proyek Pembangunan SDN Gang Aut yang Renggut Korban Jiwa
Sebanyak 3.000 pohon keras ditanam di Perbukitan Cimenyan, melalui kolaborasi PT Collins Aerospace dan Yayasan Odesa Indonesia, bersama tim Rotary Club Bandung.
Pembina Yayasan Odesa Indonesia, Basuki Suhardiman mengaku, sangat menyambut baik kehadiran PT Collins Aerospace dan Rotary Club Bandung dalam aksi penanaman 3.000 pohon keras di Perbukitan Cimenyan.
“Menurut saya, isu lingkungan itu problem (masalah) bersama yang harus diatasi bersama-sama. Apa pun profesi kita, asal udara yang kita hirup tetap sama yaitu dari alam,” katanya kepada Jabar Ekspres, Jumat (27/6).
Basuki menilai, mengembalikan ekosistem serta menjaga alam bukan menjadi tugas komunitas lingkungan saja, tapi merupakan tanggungjawab bersama baik pemerintah, organisasi hingga semua lapisan elemen masyarakat.
“Nah ketika lingkungannya rusak, kita harus bersama-sama memperbaikinya. Teman-teman dari Collins dan Rotary ini jadi contoh nyata kolaborasi bisa kita lakukan terlepas dari mana kita berasal,” tukasnya.
Hal senada disampaikan oleh EHS Manager PT Collins Aerospace, Robinanto. Menurutnya, mengatasi permasalahan lingkungan perlu ada sinergisitas.
Dia menilai, kehadiran Rotary Club dan Odesa Indonesia menjadi salah satu jalan untuk mencapai tujuan perusahaannya. Industri kedirgantaraan dan pertahanan ini berharap untuk bisa mendukung gerakan transformasi di masyarakat.
Baca Juga:Kabupaten Bogor Butuh Rp6 Triliun untuk Benahi Fasilitas Pendidikan, Bupati Minta Bantuan Pemrov JabarMiris! Jadi Korban Perundungan, Anak SMP di Ciparay Bandung Ditendang dan Diceburkan ke Sumur
“Untuk masalah lingkungan atau isu keberlanjutan, kita tidak bisa sendiri. Kita perlu kolaborasi. Jadi untuk mencapai tujuan itu kita tidak bisa sendiri. Kita harus bareng-bareng berkolaborasi,” tandasnya.
Diketahui, aksi kolaborasi penanaman 3.000 pohon keras di area Perbukitan Cimenyan itu, dilakukan pada Rabu, 25 Juni 2025 lalu. Dalam aksi tanam tersebut melibatkan camat, kepala dinas, Collins Aerospace, Odesa Indonesia, dan para petani.
