JABAR EKSPRES – Beredar video seorang anak SMP menjadi korban perundungan yang dilakukan oleh tiga orang di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung.
Dalam video yang beredar terlihat korban sedang dimasukan oleh para pelaku ke dalam sumur, kemudian kembali ditarik oleh pelaku sambil wajahnya penuh dengan darah.
Dalam video itu juga terlihat jika korban mengenakan seragam SMP dan terus menyikap darah yang ada pada bagian wajahnya. Sementara para pelaku perundungan terdengar hanya tertawa melihat peristiwa tersebut.
Baca Juga:Pawai Obor Kabupaten Bogor Berjalan Meriah, Bupati Ucapkan Terima Kasih kepada MasyarakatPerayaan Penuh Makna, Sepak Bola Api Warnai Malam Tahun Baru Islam di Cibiru Hilir
Menanggapi hal itu, Kapolsek Ciparay IPTU Ilmansyah membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya kejadian itu terjadi bulan Mei 2025 lalu dan pelaku sudah diamankan pada Selasa (24/6) lalu.
“Iya betul (perundungan), kejadiannya satu bulan lalu. Para pelaku sudah kita amankan, satu pelaku MF (20) dan dua lagi masih dibawah umur,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (27/6/2025).
Ilmansyah menjelaskan, kejadian itu bermula saat korban dan para pelaku sedang bermain. Dan para pelaku ini bermain sambil membawa minum-minuman keras jenis tuak.
Kemudian korban pun ditawari oleh para pelaku untuk meminum, namun korban menolak.
“Jadi ditawari minum sama para pelaku tapi korban menolak. Tapi karena dipaksa akhirnya korban minum setengah gelas,” jelasnya.
Tak hanya ditawari minum, korban juga dipaksa untuk merokok oleh pelaku MF.
“Korban juga dipaksa merokok, dan terpaksa merokok juga satu hisapan,” tambahnya.
Baca Juga:Rangkaian HJB ke-543, 43 Pasangan Ikuti Nikah Massal Konflik Iran-Israel Memanas, PMI Asal Cimahi Belum Teridentifikasi
Ilmansyah menambahkan, setelah mengalami hal itu, korban yang berusia 13 tahun itu berencana pulang untuk mandi dan mengganti pakaiannya lantaran mengenakan seragam sekolah.
Namun, pelaku MF ini melarang korban untuk pulang hingga menendang serpihan bata merah hingga mengenai kepala korban.
“Nah jadi korban berdarah karena serpihan bata yang mengenai bagian kepalanya,” tambahnya.
“Kemudian korban langsung digusur oleh pelaku MF dan dimasukan ke dalam sumur sedalam tiga meter dan ditarik lagi ke atas oleh pelaku MF. Satu anak hanya melihat dan satu anak lagi memvideokan. Keduanya hanya tertawa melihat korban,” sambungnya.
Karena melihat wajah korban terus mengeluarkan darah, pelaku MF ini malah menyiram luka korban ini menggunakan alkohol, hingga akhirnya korban pergi ke masjid untuk membersihkan dirinya.
