JABAR EKSPRES – Kondisi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati kian memprihatinkan. Kini, semua penerbangan domestik di Bandara yang ada di Majalengka itu resmi berhenti beroperasi karena ditinggal maskapai.
Mulanya, sejumlah maskapai penerbangan masih memarkir pesawatnya untuk melayani sejumlah penerbangan. Itu setelah pemerintah mengambil kebijakan untuk mengalihkan penerbangan dari Bandara Husein Bandung ke bandara tersebut.
Misalnya Super Air Jet tujuan Denpasar, Medan, Balikpapan atau Citilink ke Balikpapan, termasuk Malaysia Airlines ke Kuala Lumpur dan Scoot ke Singapura.
Baca Juga:Jelang P-APBD, Legislatif Golkar Jabar Diminta Dukung Secara Objektif Politik Anggaran Dedi MulyadiSatu Jemaah Haji Asal Ciamis Meninggal dalam Bus Menuju Bandara King Abdulaziz, Dimakamkan di Jeddah
Namun kini sejumlah maskapai penerbangan domestik itu menarik pesawatnya. “Terhitung 2 Juni lalu, penerbangan domestik belum tersedia,” kata Kepala Biro Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Investigasi dan Administrasi Pembangunan (BIA) Jabar Deny Hermawan.
Deny melanjutkan, ada sejumlah alasan yang membuat penerbangan domestik di Bandara Kertajati belum bisa dilayani.
“Karena keterbatasan armada, maskapai memprioritaskan untuk melayani penerbangan dengan rate okupansi yang lebih tinggi,” jelasnya.
Namun Deny menegaskan, Bandara Kertajati masih melayani penerbangan Internasional, yakni menuju Singapura. “Kalau yang ke Singapura masih normal,” cetusnya.
Saat ini seluruh fasilitas di bandara termasuk personelnya juga tetap siaga untuk memberi pelayanan. Utamanya saat ini dalam melayani kedatangan para jamah haji. Kloter 1 sampai 7 sudah datang. Sisanya akan berproses sampai 11 Juli nanti.
Di sisi lain, kinerja BUMD yang mengelola Bandara itu memang sempat jadi sorotan sejak tahun lalu. Bahkan, sampai disuntik modal senilai Rp 52 miliar dari Pemprov dari pergeseran pos Belanja Tidak Terduga (BTT) pada tahun lalu.
Pengeluaran itu untuk mempertahankan keberlangsungan operasional dan menjaga aktivitas kebandarudaraan pada sarana dan prasarana di BIJB, termasuk dalam memenuhi standar keselamatan, keamanan, pelayanan serta menjaga keberlangsungan BUMD melalui penyertaan modal daerah.
Baca Juga:Unik! Persib Umumkan Hamra Hehanusa Lewat Videotron di Summarecon MallGedung Bekas BPS Jadi Harapan KPU Banjar, Tapi Birokrasi Jadi Penghalang
Sebenarnya sejak Oktober 2023 lalu BUMD tersebut telah ketiban berkah. Bandara itu bisa beroperasi penuh. Karena penerbangan komersil dari Bandara Husein Sastranegara Bandung dipindahkan ke bandara tersebut.
Tapi, ternyata catatan kinerjanya juga belum sepenuhnya memuaskan. Maklum waktu operasi penuh juga sudah mepet dengan periode tutup buku 2023.
