Dua Tangki Biodigester di Pasar Gedebage Masuk Tahap Akhir, Operasi 21 Juni Mendatang

Pekerja menyelesaikan pengerjaan proyek tangki Biodigester di belakang Pasar Induk Gedebage, Kota Bandung, Senin (16/6). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Pekerja menyelesaikan pengerjaan proyek tangki Biodigester di belakang Pasar Induk Gedebage, Kota Bandung, Senin (16/6). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES  – Instalasi pengolahan sampah organik berbasis biodigester di Pasar Tradisional Gedebage akan mulai beroperasi pada 21 Juni 2025. Saat ini, proyek tersebut memasuki tahap akhir penyempurnaan, terutama perapihan area dan akses penunjang.

Hal tersebut dibenarkan koordinator lapangan, Unang. Petugas lapangan dari Indosignal itu mengatakan, seluruh mesin utama telah terpasang, termasuk dua tangki biodigester.

“Kemarin Wali Kota lebih meninjau. Untuk operasi, kita usahakan tanggal 21 Juni mendatang. Sekarang lagi berbenah, paling perapihan lokasi,” ujar Unang saat ditemui di lokasi, kepada Jabar Ekspres, Senin (16/6).

Baca Juga:Dedi Mulyadi Sindir Tren Ngaji Instan: Cepat Wisuda, Tapi Tak Tertanam di Hati2 Maling Motor dan Uang Rp 21 Juta di Arjasari Ditangkap, 1 Pelaku Terpeleset Saat Kabur

Menurutnya, pengolahan akan melalui tiga tahap: timbangan awal, proses dewatering untuk memisahkan air dan padatan, lalu pemisahan cairan dan padatan melalui separator.

“Cairnya masuk ke biodigester, dan yang keringnya nanti ada penampungan sampah padat lagi. Yang cair nanti dijadikan kompos cair,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, pengerjaan proyek ini telah berlangsung sebulan terakhir di atas lahan yang sebelumnya tidak terpakai.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan sebelumnya menyampaikan bahwa proyek ini merupakan bagian dari upaya intensif Pemkot dalam menuntaskan persoalan sampah di pasar.

“Perkembangannya memang tidak mudah. Tapi sejak 28 April, sesuai arahan Pak Gubernur, kita fokus pada pengelolaan sampah organik di Pasar Tradisional Gedebage dengan teknologi biodigester,” ujar Farhan dalam kunjungannya ke lokasi.

Farhan menjelaskan, sampah padat akan diarahkan ke sistem biodrying, sementara sampah basah masuk ke tangki biodigester. Prosesnya diperkirakan menghasilkan kompos cair dalam waktu sekitar 20 hari.

Dia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pemkot menggandeng Perumda Pasar, pihak swasta pemilik hak pengelolaan, dan pengelola pasar untuk mendukung proyek ini.

Baca Juga:Disbudpar Bogor Siap Gaet Wisatawan Nasional: Promosi Pariwisata Menyasar Seluruh Indonesia!Pelantikan Malam Hari, 6 Jabatan Eselon ll di Ciamis Lowong

“Kami ngajak orang untuk mikir penyelesaian masalah dulu. Orang Bandung mah beres kalau kolaborasi,” pungkasnya.

0 Komentar