BANDUNG – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahap satu di SMAN 7 Kota Bandung telah mencatat sebanyak 252 pendaftar hingga Jumat (13/6/2025). Pendataran SPMB tahap satu berakhir hingga hari ini, Senin, 16 Juni 2025. Hal ini disampaikan oleh Staf Humas dan Koordinator Pengaduan SPMB SMAN 7 Bandung, Sopian, dalam wawancara, Senin, 16 Juni 2025.
Dari jumlah tersebut, sekitar 30 siswa mendaftar secara langsung dengan mendatangi sekolah karena terkendala akses jaringan internet di rumah masing-masing. Sisanya, sebanyak 222 pendaftar, memanfaatkan sistem pendaftaran online melalui platform SPMB. Namun, pendaftaran online sempat mengalami gangguan server sejak hari pertama hingga Kamis (12/6/2025). “Alhamdulillah, server kembali normal sejak Jumat lalu,” ujar Sopian.
SMAN 7 Bandung menyediakan kuota sebanyak 360 siswa untuk tahap satu dan dua SPMB tahun ini. Sopian menjelaskan bahwa perbedaan SPMB tahun ini dengan tahun sebelumnya hanya terletak pada istilah. “Tahun lalu disebut PPDB, sekarang SPMB. Intinya sama, hanya jalur zonasi kini diganti dengan istilah domisili,” terangnya.
Baca Juga:Perizinan Usaha Jembatan Gratis, BBWS Citarum Jamin Bebas PungliKadispora Bandung Korupsi Dana Hibah Pramuka Rp6,5 Miliar, Ditahan Kejati Jabar!
Sopian menegaskan bahwa SMAN 7 Bandung mematuhi arahan Gubernur Jawa Barat untuk memastikan tidak ada siswa titipan dalam proses penerimaan. “Kami berkomitmen menjalankan proses yang transparan dan adil,” katanya.
Menghadapi SPMB mendatang, Sopian berharap pelayanan kepada peserta didik dan orang tua dapat ditingkatkan, baik secara daring maupun luring. “Pelayanan di sekolah harus responsif, ramah, dan minim kendala teknis seperti gangguan server,” ujarnya.
Ia juga menyarankan agar orang tua mempersiapkan dokumen administratif jauh-jauh hari, seperti dokumen domisili, surat mutasi kerja bagi yang pindah tugas, serta bukti prestasi akademik atau non-akademik untuk jalur prestasi.“Dengan persiapan matang, proses pendaftaran diharapkan berjalan lancar tanpa hambatan administratif,” tambah Sopian.
Ia menegaskan komitmen sekolah untuk terus memberikan pelayanan terbaik meskipun masih ada kekurangan. “Insyaallah, kami akan terus berbenah agar kendala seperti tahun ini tidak terulang di masa depan,” pungkasnya. (bbs)
