JABAR EKSPRES – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan geram saat meninjau lokasi penebangan sejumlah pohon di pinggir jalan, tepat di samping Lapangan Padel Cihapit, Jumat (31/7/2026).
Farhan mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat penebangan sekitar 10 pohon. Area tersebut kini telah dipasangi garis pembatas untuk kepentingan penyelidikan.
Saat berada di lokasi, Farhan mendengar suara tawa dari arah bangunan yang digunakan sebagai lapangan padel. Hal itu memicu kemarahannya.
Baca Juga:Menhan Sjafrie di Yonif TP 939/Macan Putih: Prajurit TNI Harus Dekat dengan Rakyat dan Siap Jaga NKRIPemkab Tasikmalaya Genjot Program Bedah Rumah, Target 1.740 Unit Rampung pada 2026
“Jangan ketawa lo. Gua serius. Gua segel ini tempat. Begitu terbukti bayar orang buat tebang pohon, gua segel,” teriaknya.
Menurut Farhan, penebangan pohon di ruang milik jalan tersebut tidak dapat dibenarkan. Terlebih, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah memberlakukan moratorium penebangan pohon.
“Gubernur sudah menyampaikan moratorium, maka saya akan mengangkat masalah ini langsung ke Pak Gubernur untuk kami pidanakan. Karena berpotensi terhadap pelanggaran hukum yang lumayan berat,” jelasnya.
Ia menegaskan, tindakan tersebut tidak hanya bertentangan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, tetapi juga melanggar ketentuan yang berlaku di Kota Bandung.
Farhan menyebut sedikitnya 10 batang pohon telah ditebang. Berdasarkan informasi yang diterimanya, aksi tersebut diduga dilakukan pada awal Juli 2026.
“Menurut saksi mata, ini dilakukan pada tanggal 1 atau tanggal 2 Juli, dini hari,” kata dia.
Pemerintah Kota Bandung saat ini masih mendalami kasus tersebut dengan meminta keterangan sejumlah saksi.
Baca Juga:24th Annual National Summer Classic 2026: Tim Putri DBL All-Star Juara, Putra Peringkat TigaMilangkala ke-394 Kabupaten Tasikmalaya Hadirkan Puluhan Agenda, Puncak Perayaan Digelar 24–26 Juli 2026
Menurut Farhan, berdasarkan kesaksian yang diterima, pelaku diduga mengenakan seragam sehingga sempat dikira sebagai petugas.
“Kalau menurut saksi, mereka (pelaku.red) pakai seragam, jadi sepertinya adalah para petugas gitu. Seperti petugas. Jadi kitanya enggak tahu, tapi kami akan lakukan penyidikan lagi,” cetusnya.
Farhan menegaskan, dugaan penebangan ilegal itu tidak akan dibiarkan begitu saja. Ia bahkan menduga pelaku merasa memiliki perlindungan dari pihak tertentu.
“Yang motong ini pasti merasa dia punya backing yang kuat. Wah, enggak bisa ini,” katanya.
Selain memburu pelaku, Farhan memastikan kasus tersebut akan dibawa hingga ke pemerintah pusat.
“Saya akan laporkan ini ke Gakkum Lingkungan Hidup di Kementerian, lapor ke Pak Gubernur, dan kami juga akan melakukan penyidikan khusus tersendiri,” tegasnya. (Son)
