JABAR EKSPRES – Suasana riuh penuh tawa dan semangat belajar menghiasi kunjungan ratusan siswa dari SD Islam Terpadu Lukmanul Hakim Kota Bandung ke Kube Eduwisata.
Kube Eduwisata sendiri merupakan sebuah kawasan edukasi yang berada di bawah naungan Yayasan Kotabaru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Bukan hanya sekadar kegiatan luar kelas biasa, tetapi di Kube Eduwisata juga mengenalkan kembali permainan tradisional atau kaulinan baheula yang kini semakin jarang dijumpai oleh anak-anak zilenial.
Baca Juga:Tanggapi Putusan MK Wajibkan SD-SMP Negeri dan Swasta Gratis Biaya, Begini Kata Disdik Cirebon!Sindikat Antarprovinsi Pembobol Toko Kelontong Dibekuk, Beraksi Secara Terorganisir
Dalam kegiatan yang diikuti oleh 190 siswa dari kelas 1 hingga 5 ini, permainan seperti bakiak dan sumpitan menjadi daya tarik utama.
Bagi sebagian siswa, kaulinan baheula seperti bakiak adalah pengalaman pertama mereka mengenal dan memainkan permainan yang dahulu sangat populer di tengah masyarakat.
“Mainnya gampang-gampang susah, harus fokus antara langkah kaki kanan dan kiri. Tapi seru banget, bikin ketagihan. Di Kota Bandung enggak ada,” kata Safa, siswa kelas 5 yang terlihat antusias seusai mencoba permainan bakiak.
Menurut Hilman, Ketua Pelaksana kegiatan, permainan tradisional ini memang menjadi salah satu fokus penting dalam pembelajaran luar kelas.
“Kami ingin anak-anak mendapatkan pengalaman berbeda, salah satunya dengan mengenalkan permainan tradisional yang hampir punah. Anak-anak tidak hanya belajar di dalam kelas, tapi juga perlu eksplorasi di alam terbuka,” jelasnya.
Lebih dari sekadar hiburan, permainan tradisional dianggap memiliki nilai edukatif yang tinggi, seperti melatih kerjasama, fokus, hingga kekompakan dalam tim. Selain itu, siswa juga bisa sekalian berolahraga untuk menjaga kebugaran tubuhnya.
“Anak-anak tidak hanya belajar di dalam kelas. Di sekolah kami, ada juga pembelajaran di luar kelas, yang memberikan pengalaman sangat berharga bagi mereka. Jadi jangan sampai pembelajaran hanya terbatas di dalam ruang kelas tanpa eksplorasi,” katanya.
Baca Juga:Kuasa Hukum Pertanyakan Ketidakhadiran Ridwan Kamil, Sidang Gugatan Lisa Mariana Lanjut ke Tahap MediasiBentuk Protes, Warga Gunungcupu Ciamis Tanam Bunga Matahari di Jalan Rusak
“Anak-anak sangat antusias, terutama saat belajar tentang budidaya lebah madu dan melihat kelinci. Ini pengalaman yang tidak bisa mereka dapatkan hanya di dalam kelas,” imbuhnya.
Sementara itu, Nining Suningsih, pengelola Kube Eduwisata mengatakan, dalam tiga tahun terakhir, Kube Eduwisata menjadi pilihan favorit sekolah untuk mengenalkan pembelajaran luar kelas kepada siswa. Baik sekolah di Kota Bandung atau Jawa Barat.
