Bentuk Protes, Warga Gunungcupu Ciamis Tanam Bunga Matahari di Jalan Rusak

Bentuk Protes: Warga di Dusun Lengorsari, Desa Gunungcupu, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat menanam bunga matahari dan pohon pisang di jalan yang rusak sudah hampir 10 tahun, Rabu (28/5/2025). (Istimewa)
Bentuk Protes: Warga di Dusun Lengorsari, Desa Gunungcupu, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat menanam bunga matahari dan pohon pisang di jalan yang rusak sudah hampir 10 tahun, Rabu (28/5/2025). (Istimewa)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Jalan rusak sepanjang satu kilometer di Dusun Lengorsari, Desa Gunungcupu, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, kini ditanami bunga matahari, pohon pisang, dan pepaya.

Namun, keindahan tanaman itu bukan sekadar penghias jalan, melainkan simbol protes warga terhadap pemerintah yang diduga membiarkan infrastruktur hancur selama hampir sepuluh tahun.

Pada Rabu (28/5/2025), puluhan warga terlihat menyekop material bekas bangunan dan tembok untuk menambal jalan berlubang yang selama ini menjadi ‘sungai’ saat hujan. Aksi gotong royong ini dilakukan setelah harapan akan perbaikan dari pemerintah terus kandas.

Baca Juga:MK Wajibkan SD-SMP Negeri & Swasta Gratis, Diskriminasi Biaya Pendidikan Bisa Diakhiri!Komisi V Bakal Kawal Pelaksanaan SPMB, Dorong Perkuat Sosialisasi

Ajat Darojat, tokoh masyarakat setempat, mengungkapkan kekecewaannya. “Ini jalan terakhir kami. Sudah 10 tahun lebih kami hidup dengan jalan yang lebih parah dari desa terpencil. Tapi pemerintah tutup mata,” katanya.

Jalan selebar tiga meter itu sebelumnya hanya diaspal seadanya, tanpa lapisan hotmix, sehingga cepat rusak. Kini, lubang-lubang dalam menggenang air hujan, menyebabkan puluhan kecelakaan, terutama pengendara motor yang terperosok.

“Setiap hujan, jalan ini jadi jebakan. Tapi kami tidak bisa terus menunggu janji kosong,” tambah Ajat.

Yang menarik, warga sengaja menanam bunga matahari di tepi jalan sebagai simbol satir. “Ini penerangan agar pemerintah tidak kegelapan melihat penderitaan kami,” tegas Ajat.

Ironisnya, jalan-jalan di desa terpencil lain di Ciamis sudah dihotmix, sementara Desa Gunungcupu masih terpuruk. “Kami juga ingin merasakan jalan layak. Tapi di sini, jalan rusak jadi simbol ketidakadilan,” ujarnya.

Penanaman pohon pisang dan pepaya juga bukan tanpa makna. Warga sengaja memilih tanaman yang cepat tumbuh untuk menutupi lubang, sekaligus menyindir lambatnya respons pemerintah.

“Jika mereka tidak bisa membangun jalan, biar kami yang ‘membangun’ dengan cara kami,” sindir seorang warga yang enggan disebut namanya.

Baca Juga:Banjar Perkuat Komitmen Bersih dari PungliTerbongkar! Siswa SMAN 12 Bandung Nekat Pasang CCTV di Toilet Wanita, Kini Berurusan dengan Hukum

Sampai berita ini diturunkan, pihak pemerintah Kabupaten Ciamis belum memberikan tanggapan resmi. Padahal, tuntutan warga jelas, perbaikan permanen, bukan sekadar tambal sulam. (CEP)

0 Komentar