JABAR EKSPRES – Nugraha (21), seorang Bobotoh Persib asal Kampung Darusalam RT03 RW07, Desa Cicangkang Girang, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Ia diketahui terjatuh dari Flyover Pasupati (Mochtar Kusumaatmadja) saat mengikuti konvoi kemenangan Persib Bandung melawan Persis Solo, pada Sabtu (24/5/2025) malam.
Hingga Senin (26/5/2025), kondisi Nugraha masih koma. Hal ini dikonfirmasi oleh istrinya, Intan Nuraeni.
Baca Juga:FK3I Ajak Masyarakat dan Pemerintah Tinggalkan Plastik dan Gunakan Besek untuk Pembagian Daging QurbanBandung Raya Masih Diguyur Hujan, BMKG Peringatkan Potensi Banjir dan Longsor
“Untuk saat ini suami saya masih koma,” ujar Intan saat dihubungi.
Ia pun meminta doa dan dukungan dari masyarakat agar sang suami bisa segera pulih. “Mohon doanya,” ujarnya lirih.
Namun sayang, menurut penuturan Intan, biaya pengobatan Nugraha tidak ditanggung oleh BPJS.
“Enggak pakai BPJS karena katanya ini termasuk kelalaian dan tidak ada saksi mata kejadian awalnya,” ujar Intan.
RSHS disebut tidak menerima klaim BPJS untuk kasus ini, sehingga seluruh biaya pengobatan harus ditanggung secara mandiri oleh keluarga.
“Baru satu hari satu malam, biaya yang sudah keluar hampir Rp17 juta,” jelas Intan.
Hingga saat ini, belum ada bantuan yang datang dari pihak Persib Bandung maupun pemerintah.
Baca Juga:Pemkab Bogor Kembali Raih Opini WTP, Ketua DPRD Sastra Winara Apresiasi Kerja Keras Jajaran Pemerintah DaerahRp600 Juta untuk Rehab Pasar Parakanmuncang, Pakar: Cerminkan Kegiatan Tak Terencana!
Keluarga sangat berharap ada perhatian dari berbagai pihak, termasuk klub Persib Bandung dan pemerintah daerah, untuk meringankan beban biaya pengobatan yang terus membengkak.
“Baru keluarga sama teman kerja aja yang datang bantu. Semoga ada yang mau bantu galang dana, karena biayanya besar banget,” tandasnya.
Sekedar diketahui, ramai di media sosial, seorang bobotoh asal Kabupaten Bandung Barat, mengalami kritis usai terjatuh dari Flyover Pasupati (Mochtar Kusumaatmadja), Kota Bandung, pada Sabtu (24/5/2025) malam.
Kapolsek Bandung Wetan, AKP Bagus Yudo Setyawan, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban terjatuh sekitar pukul 22.00 WIB saat mengikuti konvoi perayaan kemenangan Persib Bandung.
“Korban ditemukan dalam keadaan kritis dan mengeluarkan darah dari mulut. Kejadian tersebut dilaporkan pada pagi hari dan langsung kami tindak lanjuti,” katanya.
