FK3I Ajak Masyarakat dan Pemerintah Tinggalkan Plastik dan Gunakan Besek untuk Pembagian Daging Qurban

Ilustrasi: Penjual hewan qurban sedang memberi makan kambing dagangannya di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jawa Barat. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Ilustrasi: Penjual hewan qurban sedang memberi makan kambing dagangannya di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jawa Barat. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Forum Komunikasi Kader Konservasi (FK3I) mengajak masyarakat agar ketika pelaksanaan qurban, pendistribusian alias pembagian dagingnya menggunakan besek bukan kresek.

Ketua FK3I Pusat, Dedi Kurniawan mengatakan, pihaknya menolak keras terhadap pengkurbangunaan plastik pada pembagian hewan qurban.

Menurutnya, perang melawan plastik di beberapa market pun sampai saat ini dinilai tak berhasil signifikan dengan tas belanja atau tas kainnya.

Baca Juga:Bandung Raya Masih Diguyur Hujan, BMKG Peringatkan Potensi Banjir dan LongsorPemkab Bogor Kembali Raih Opini WTP, Ketua DPRD Sastra Winara Apresiasi Kerja Keras Jajaran Pemerintah Daerah

“Kebayang saat ini hampir jutaan plastik akan tercecer menjadi sampah secara cuma-cuma di saat momentum Hari Raya Islam Idul Adha,” katanya kepada Jabar Ekspres, Senin (26/5).

Terkait hal itu, FK3I Jabar tak hanya mengajak tapi juga merealisasikan penggunaan besek untuk pendistribusian daging qurban.

“Tahun ke-7 FK3I Jabar kembali mengadakan penyembelihan titipan hewan kurban, dari jaringan dan komunitas. Namun dalam pendistribusian gaging qurban sama sekali tidak menggunakan plastik,” beber Dedi.

“Bertema Kurban Asik Tanpa Plastik, sengaja digelar demi penyadaran masyarakat akan pentingnya pengelolan lingkungan,” lanjutnya.

Dedi mengaku, banyak para panitia qurban yang pada saat diinformasikan bertanya, mengenai teknis pelaksanaan distribusi daging qurban tanpa plastik.

“Kami jelaskan bisa saja seluruh warga bawa wadah masing-masing dari rumah pada saat pembagian daging ke tempat pembagian,” jelasnya.

Adapun bagi yang akan diberikan jauh ke anak yatim dan lainnya, ujar Dedi, bisa banyak cara misalnya menggunakan anyaman bambu, besek dan sejenisnya yg tidak berbahan plastik.

Baca Juga:Rp600 Juta untuk Rehab Pasar Parakanmuncang, Pakar: Cerminkan Kegiatan Tak Terencana!Bobotoh Terjatuh dari Flyover Pasupati Masih Kritis, Polisi Ungkap Dugaan Sementara Penyebabnya

“Karena plastik sulit terutai jutaan tahun menurut para ahli. Maka kami meminta kepada para kader dan mendesak Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan dan sekelas dinas kota dan provinsi di Jawa Barat, minimal menolak qurban pakai plastik,” ujarnya.

“Lebih asik berqurban tanpa plastik. Jadi warga dapat saling bertemu, panitia tidak keluar biaya besar untuk beli plastik dan lingkungan busa tetap terjaga,” pungkas Dedi. (Bas)

0 Komentar