Bandung Raya Masih Diguyur Hujan, BMKG Peringatkan Potensi Banjir dan Longsor

Ilustrasi: Cuaca ekstream di wilayah Jawa Barat. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Ilustrasi: Cuaca ekstream di wilayah Jawa Barat. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan analisis terbaru mengenai kondisi cuaca di wilayah Bandung Raya yang masih didominasi oleh hujan dengan intensitas bervariasi.
Masyarakat pun diimbau untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa pihaknya telah menganalisis dinamika atmosfer dan laut dalam skala global.

Salah satu indikator yang diamati adalah nilai SOI (Southern Oscillation Index) yang tercatat di angka -3,6.

Baca Juga:Pemkab Bogor Kembali Raih Opini WTP, Ketua DPRD Sastra Winara Apresiasi Kerja Keras Jajaran Pemerintah DaerahRp600 Juta untuk Rehab Pasar Parakanmuncang, Pakar: Cerminkan Kegiatan Tak Terencana!

“Artinya tidak berpengaruh terhadap peningkatan pola konvektif di sebagian wilayah Indonesia,” katanya kepada Jabar Ekspres, Senin (26/5).

Sementara itu, nilai IOD (Indian Ocean Dipole) tercatat di angka +0,5, yang secara umum masih dalam kategori normal.

Kondisi ini pun tidak memberikan dampak signifikan terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat.

Selain itu, indeks ENSO (El Niño–Southern Oscillation) di wilayah Nino 3.4 berada pada -0,03, yang masih tergolong netral dan tidak berpengaruh signifikan terhadap curah hujan di Indonesia.

Rahayu atau akrab disapa Ayu menyebutkan, kondisi yang berpengaruh terhadap peningkatan curah hujan, untuk wilayah Indonesia sampai satu pekan ke depan, ditujukkan oleh MJO aktif pada kuadran 5 (maritime continent).

“Aktifnya gelombang Rosby ekuatorial dan adanya sirkulasi siklonik yang membentuk daerah konvergensi di wilayah Jawa Barat,” ucapnya.

Ayu menerangkan, saat ini sebagian wilayah Jawa Barat masih dalam periode musim hujan dan sebagian memasuki masa peralihan.

Baca Juga:Bobotoh Terjatuh dari Flyover Pasupati Masih Kritis, Polisi Ungkap Dugaan Sementara PenyebabnyaAncaman Kesehatan Mental di Era Digital, Screen Time Maksimal 3 Jam

“Hal ini ditandai dengan berkurangnya tutupan awan konvektif signifikan dan penurunan intensitas maupun durasi hujan secara bertahap,” terangnya.

Prakiraan Awal Musim Kemarau 2025

Dasarian I – II April 2025 : sebagian Bekasi, Karawang, Subang dan Indramayu.

Dasarian II -III Mei 2025 : sebagian Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Bandung, Sumedang, Indramayu, Majalengka, Cirebon dan Kuningan.

Dasarian I – III Juni 2025 : Sebagian besar wilayah Jawa Barat

0 Komentar