Rumah Warga Rancabungur Bogor Ambruk, Bantuan Rutilahu Tak Kunjung Turun sejak 2023

Potret rumah warga ambruk di Rancabungur, Kabupaten Bogor/Foto: Sandika/Jabar Ekspres
Potret rumah warga ambruk di Rancabungur, Kabupaten Bogor/Foto: Sandika/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Rumah milik Subki Amin, warga Kampung Cimanggu, Desa Mekarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, dilaporkan roboh pada Sabtu (24/5) kemarin.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.50 WIB.
Bangunan tua yang sudah tak layak huni itu akhirnya ambruk, dimulai dari bagian dapur belakang.

“Saya lagi tidur pagi sekitar jam 6, tiba-tiba bagian dapur roboh duluan,” ujar Subki Amin, Minggu (25/5).

Baca Juga:Modus Jual Air Mineral, Preman Berkedok Ormas di Ciamis Diringkus PolisiRp600 Juta untuk Rehab Pasar Parakanmuncang, Pemda Sumedang Dianggap Boros dan Tak Visioner

Beruntung, tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Subki langsung melaporkan kejadian ini kepada ketua RT, RW, dan warga sekitar. Respons warga pun cepat.

“Alhamdulillah warga RT 05 sigap dan kompak bantuin saya,” ujarnya dengan haru.

Pihak aparat desa disebut sudah meninjau langsung kondisi rumah. Namun, Subki mengeluhkan lambatnya respons pemerintah terhadap permohonannya dalam program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Dia mengaku telah mengajukan bantuan pemerintah itu sejak 2023 silam, namun hingga kini belum terealisasi.

“Sudah difoto-foto rumahnya tahun lalu, tapi belum ada surat atau tindak lanjut sampai sekarang,” jelasnya.

Selama proses pengajuan, Subki menyebut tak diminta syarat tambahan. Ia hanya diminta menunggu.

Kini, setelah rumahnya benar-benar roboh, ia berharap pemerintah segera memberikan bantuan yang dijanjikan.

Baca Juga:Eksodus Pemain Tak Surutkan Euforia Juara, Bobotoh Tetap Meriahkan Pawai Back to Back PersibPemkab Bogor Kaji Pencabutan Moratorium Perbup Izin Usaha Toko Modern di 20 Kecamatan

“Saya cuma ikuti prosedur. Sekarang rumah saya sudah hancur, mudah-mudahan segera dibantu,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mekarsari Sofwan mengungkapkan pemerintah desa akan mengupayakan pencarian bantuan rutilahu.

Menurutnya, rencana pencairan bantuan rutilahu itu sudah dianggarkan untuk Tahun 2025. Sofwan menuturkan, setiap tahun ada sebanyak 15 pengajuan perbaikan rumah.

“Insya allah mungkin kita akan berjalan dari mana aja kita akan (memberikan) bantuan,” ucapnya.

Setiap rumah, kata Sofwan, dianggarakan Rp 15 juta per unit di Kabupaten Bogor untuk warga yang mengajukan bantuan rumah layak tidak huni.

“Sangat tidak cukup, harus ada swadaya dari masyarakat juga. Insya allah bantuan-bantua dari yang lain akan datang,” pungkasnya.

0 Komentar