JABAR EKSPRES – Sejumlah warga Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah, berlubang, dan minim penerangan.
Mereka menilai belum ada perhatian serius dari pemerintah, meskipun daerah tersebut masuk dalam kawasan perbatasan atau jalur alternatif antara Kota Bandung dan Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat.
Keluhan ini mencuat di tengah wacana pemerintah daerah yang sedang gencar melakukan pemetaan skala prioritas melalui program 100 Kalender pembangunan infrastruktur.
Baca Juga:Waspada Gempa Ancam Objek Vital, Alat Pendeteksi Dipasang di Waduk CirataBogor City Trail 2025, Tunjukkan “Surga” Tersembunyi Pada Ratusan Pelari dari 16 Negara
“Jalan ini berlubang udah lama, dulu pernah ditutup sama warga pakai pasir, semen, dan batu. Tapi lama-lama tergerus air hujan. Kayaknya sih jadi berlubang lagi, malah makin membesar,” katanya saat ditemui Jabar Ekspres, Minggu (25/5/2025).
Ia juga menceritakan pengalaman pahit saat terjatuh dari sepeda motor akibat lubang yang tertutup genangan air. Rudi mengaku tak menyangka genangan itu menyembunyikan lubang cukup dalam.
“Saya sempat jatuh waktu itu, kebetulan hujan besar. Jadi lubang jalanan itu tertutup air. Saya kira itu jalan, ternyata lubang. Saya terobos, eh saya terjatuh,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Linda Amelia (21) seorang mahasiswi yang tinggal di Desa Sariwangi. Ia memilih memutar arah untuk menghindari jalur yang rusak, meski harus menempuh jarak lebih jauh.
