Almaz Fried Chicken Dipatiukur Dago Siap Berhadapan dengan Brand Waralaba Internasional

Almaz Fried Chicken Dipatiukur Dago Siap Berhadapan dengan Brand Waralaba Internasional
Almaz Fried Chicken Dipatiukur Dago Siap Berhadapan dengan Brand Waralaba Internasional
0 Komentar

Ia menyebut, seperti kita tahu bahwa ada McD Simpang dan ada beberapa brand, makanya daerah utara itu termasuk daerah yang kita pilih, kita di daerah selatan, sudah Soekarno Hatta By Pass ex Burger King, Buah Batu, lalu di Jatinangor juga sudah ada, tepatnya pekan depan terakhir untuk pembukaan di Bandung yaitu di Cimahi Cibabat dekat richeese seberangnya ex Burger King.

“Jadi kami sebetulnya meniatkan kalau di Almaz menjadi alternatif, menjadi alternatif produk lokal. Jadi sebetulnya kita ingin mengedukasi masyarakat Indonesia bahwa kalau ada pilihan brand lokal, kenapa tetap beli pada brand asing? Makanya kalau dilihat itu, kami bukan ayam goreng gerobakan karena kalau brand asing kan rata-rata outletnya safe ya, kedap terus kalau misalnya format belakangnya sudah try dan seterusnya makanya itu kita coba kejar semaksimal kita dan seefisien mungkin,” tutur Ustadz Rendy.

Dikatakan Ustadz Rendy, untuk Almaz ini pihaknya menyisihkan keuntungan untuk donasi itu diambil dari dua, pertama dari capaian omset langsung dipotong 5% sales, lalu kemudian dari profit.

Baca Juga:Harganya Terus Naik! Koin Kuno 50 Perak Gambar Komodo Menuju Jutaan Rupiah, Berikut DaftarnyaUang Koin Kuno 50 Perak Gambar Komodo Harganya Melejit, Cek di Sini!

“Nah profit itu 5% ke Palestina. Kalau yang ke Palestina potongan dari profit bawah ya setelah dikurangi biaya tidak terlalu besar tapi insya Allah adalah 1,5M dalam setahun ini untuk Palestina. Tapi yang paling besar itu di 5% atas, sebagai contoh superstore saya itu cuman enam jadi di bawah URS Management yang sudah bagi profit cuman enam itu sebesar 381 juta untuk donasinya karena 5% dari beras langsung ditarik menjadi 26 ton,” paparnya.

“Nanti bisa lihat instagram saya di @ustadzrendy, kami ada rekapnya, jadi kalau prediksi saya kalau ada 100 outlet rata-rata outlet itu 30 jutaan ya 3 miliar 1 bulan dan itu harus di realisasikan menjadi sedekah makan walaupun mitra yang kemudian itu kembangkan, jadi itu yang ke warga sekitar orang-orang dhuafa ya,” sambung Ustadz Rendy.

Lebih lanjut Ia mengatakan, pihaknya URS Management 6 superstore itu mendonasikan 26 ton, sedangkan Almaz secara keseluruhan itu total mencapai 3-4 miliar sedekah makannya, karena itu tidak semua outlet milik Ustadz Rendy, ada sebagian milik mitra. Sementara outlet Dipatiukur dikonsolidasikan PT URS Management.

0 Komentar