JABAR EKSPRES – Pelayanan publik di Desa Nagreg Kendan, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat tetap dilakukan pascalongsor yang menerjang hingga hancurkan bangunan kantor desa.
Kepala Desa (Kades) Nagreg Kendan, Nursadam Ahlan mengatakan, kondisi pascalongsor yang memporakporandakan kantor desa.
Menurutnya, karena kerusakan yang diakibatkan bencana longsor cukup besar, sampai saat ini masih masa pemulihan dan bersih-bersih puing reruntuhan.
Baca Juga:Marak PHK Besar-besaran, OJK Imbau Perusahaan Pinjol Waspadai Risiko Gagal BayarJeje Ungkap Keterisian Jabatan DP2KBP3A Masih Menunggu Rekomendasi dari BKN
“Karena kantor desa porakporanda diterjang longsor, agar pelayanan publik tidak terganggu, Kantor Desa Nagreg Kendan sementara ngontrak di sebuah bangunan dekat kantor KUA Nagreg,” katanya melalui seluler Senin (19/5) malam.
Nursadam mengakui, jika bangunan Kantor Desa Nagreg Kendan yang tertimpa material tanah pada bencana longsor, dibangun di lahan bekas galian batu dan tanah.
“Tanahnya memang bekas galian C dengan status tanahnya milik desa, tanah carik Desa (Nagreg Kendan),” tukasnya.
Diketahui, selain banjir yang menggenang, bencana longsor pun menerjang, mengakibatkan kantor desa, satu bangunan rumah dan tiga warga tertimbun di Kampung Gunung Batu, RT03 RW09, Desa Nagreg Kendan.
Akibatnya, tak hanya Jalan Raya Nagreg yang tergenang banjir bercampur lumpur, puluhan rumah turut terendam juga. Airnya kotor berlumpur seperti membawa sisa-sisa tanah bekas galian C.
