3. Uang Kertas Rp1.000 Bergambar Kapitan Pattimura (Emisi 1992) – Rp1.000.000 hingga Rp3.500.000
Uang bergambar pahlawan nasional Kapitan Pattimura menjadi ikonik dan bernilai tinggi, terutama bagi kolektor pemula.
Uang ini memiliki desain menarik dan dianggap sebagai representasi penting dari masa transisi ekonomi Indonesia di awal 1990-an.
Harga tertinggi dicapai oleh uang yang memiliki nomor seri khusus, misalnya “AAAA000001”, dan dalam kondisi nyaris sempurna.
Baca Juga:5 Cara Menjual Uang Kuno ke Bank dengan Harga Tinggi5 Daftar Harga Uang Koin Kuno Rp1000 Kelapa Sawit
Uang yang telah disimpan dalam kondisi kering dan tidak terlipat sejak dikeluarkan dari bank akan dihargai sangat tinggi. Meski begitu, uang dengan kondisi bekas pakai biasa masih bisa laku antara Rp200.000 hingga Rp800.000.
Harga tertinggi bisa dicapai oleh uang dalam kondisi brilliant uncirculated, atau belum pernah beredar sama sekali.
Selain itu, uang yang masih dalam kemasan asli Bank Indonesia bisa laku lebih mahal. Dalam kondisi sirkulasi (pernah dipakai), harga uang ini tetap cukup tinggi, mencapai ratusan ribu rupiah.
5. Uang Kertas Rp10.000 Bergambar Sultan Mahmud Badaruddin II (Emisi 1998) – Rp2.000.000 hingga Rp7.000.000
Meskipun lebih modern dibandingkan uang kuno lainnya, uang kertas Rp10.000 tahun 1998 bergambar Sultan Mahmud Badaruddin II menjadi salah satu uang yang paling dicari di tahun 2025.
Alasannya adalah jumlah cetakan terbatas serta desain yang mengalami perubahan besar pada emisi berikutnya.
Uang ini banyak dikoleksi karena merupakan simbol masa krisis moneter di Indonesia. Nilainya meningkat terutama untuk uang dengan seri awal dan kondisi mint condition.
Versi cetakan percobaan atau error (salah cetak) bisa mencapai harga fantastis hingga puluhan juta rupiah di kalangan kolektor internasional.
Baca Juga:10 Cara Menjual Uang Koin Rp500 Melati dengan Harga TinggiFakta Menarik Uang Koin Rp500 Melati yang Perlu Kamu Ketahui
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual Uang Kuno
Harga jual uang kuno sangat bergantung pada beberapa faktor utama, antara lain:
