JABAR EKSPRES – Pemerintah pusat menyiapkan pembangunan sports center terbesar di dunia di Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor.
Proyek itu bernilai sekitar Rp5 triliun dan akan menjadi pusat pelatihan sekaligus akademi olahraga terpadu untuk mencetak atlet berkelas dunia.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, Gunawan Suswantoro, mengatakan kawasan tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 500 hektare dan diperuntukkan bagi 21 cabang olahraga yang telah ditetapkan oleh Presiden.
Baca Juga:HUT ke-209, Kebun Raya Bogor Resmikan Taman Araceae Usai Direvitalisasi untuk Edukasi Publik Polisi Gagalkan Tawuran di Parung Panjang Bogor, 14 Pemuda dan 8 Sajam Diamankan
“Akademi olahraga ini akan diisi SD, SMP, SMA untuk melatih atlet-atlet terpilih menjadi atlet tingkat dunia,” ujar Gunawan, Senin (18/5/2026).
Menurut Gunawan, pembangunan kawasan olahraga raksasa ini akan dimulai dari tahap perencanaan pada 2026. Setelah itu, konstruksi ditargetkan berlangsung pada 2027 dan selesai pada awal 2029.
“Anggarannya diperkirakan sekitar Rp5 triliun selama tiga tahun,” tegasnya.
Lokasi tahap awal pembangunan akan berfokus di Desa Candali dan Desa Cibunlang, Kecamatan Rancabungur.
Pemerintah menyebut lokasi tersebut dipilih langsung oleh Presiden karena dinilai strategis dan memiliki lahan milik pemerintah yang luas.
Sementara itu, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan proyek ini tidak hanya menghadirkan fasilitas olahraga, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan atlet secara menyeluruh.
“Di dalamnya ada SD, SMP, SMA hingga universitas untuk mencetak atlet berprestasi,” kata Rudy.
Baca Juga:Polisi Gagalkan Tawuran di Parung Panjang Bogor, 14 Pemuda dan 8 Sajam DiamankanLibur Panjang Bawa Berkah, Bisnis Toilet di Jalur Puncak Bogor Raup Omzet hingga Rp1,5 Juta Sehari
Ia menambahkan, kawasan Rancabungur dipilih karena memiliki dukungan infrastruktur yang berkembang, termasuk kedekatan dengan Bandara Atang Sanjaya yang saat ini tengah dikaji untuk dikembangkan menjadi bandara semi-komersial.
Secara keseluruhan, lahan yang disiapkan untuk proyek ini mencapai lebih dari 1.000 hektare. Sekitar 500 hektare akan dikelola Kemenpora sebagai sports center, sementara 250 hektare lainnya disiapkan untuk kawasan pendidikan dan pertahanan.
