Bersama Gubernur dan Kepala Daerah se-Priangan, Bupati Sumedang Ikuti Rakor Masalah Sampah dan Lingkungan Hidup

Bersama Gubernur dan Kepala Daerah se-Priangan, Bupati Sumedang Ikuti Rakor Masalah Sampah dan Lingkungan Hidup
Bersama Gubernur dan Kepala Daerah se-Priangan, Bupati Sumedang Ikuti Rakor Masalah Sampah dan Lingkungan Hidup
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir menghadiri Rapat Koordinasi Pengelolaan Persampahan dan Lingkungan Hidup Secara Terpadu dan Terintegrasi di Wilayah Priangan Jawa Barat.

Rapat dipimpin langsung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi didampingi Sekda Jabar Herman Suryatman dan dihadiri Bupati serta Wali Kota se-Priangan di Gedung Pakuan Bandung, Senin (5/5/2025).

Bupati Dony Ahmad Munir usai mengikuti Rakor dalam kesempatannya menyebutkan, permasalahan sampah di

Baca Juga:Saldo DANA Gratis Langsung Cair Rp173.000 Setiap Hari, Cuma Main Game Ini!Inilah 10 Batu Akik Paling Dicari dan Termahal di Dunia Kolektor

wilayah Bandung Raya, termasuk Kabupaten Sumedang, menjadi sorotan Gubernur Jawa Barat dan masing-masing daerah diminta mencari solusinya.

“Tadi sudah ada solusi untuk penanganan sampah di Bandung Raya ini. Alhamdulillah Sumedang sendiri sampah ini masih bisa tertangani dengan TPSA (Tempat Pembuangan Sampah Akhir) yang ada dan kita akan _upgrade_ jadi _controlled landfill_ dan sudah dianggarkan di (APBD) Perubahan,” kata Dony.

Terkait dengan TPSA Cijeruk, Dony menyebutkan sedang dalam proses pembebasan lahan untuk akses jalan masukya.

“Alhamdulillah Pak Gubenur telah menyetujui pembangunan jalannya akan dibangun dibantu oleh (pemeintah) provinsi sehingga TPSA Cijeruk nanti pengolahannya dengan proses _Sanitary Landfill_ bisa berjalan dengan baik,” ucap Dony.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menyebutkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat mengantisipasi potensi krisis sampah di kawasan Bandung Raya menyusul kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang kian menipis.

“Tadi dalam rapat Pak Gubernur menyampaikan bahwa tidak bisa kita hanya mengandalkan Sarimukti karena Sarimukti kan terbatas. Jasi harus ada upaya progresif dari Kabupaten dan Kota di Cekungan Bandung. Kita akan perjuangkan bersama-sama, gotong royong, begitu,” ujarnya

Menurut Herman, saat ini TPA Sarimukti hanya mengandalkan Zona 3 dengan kapasitas tersisa sekitar 50 ribu ton. Dengan volume sampah harian mencapai 1.200 ton, daya tampung tersebut diperkirakan hanya bertahan 41 hari ke depan.

Baca Juga:Tinggal Klik Amplop ini Langsung Cair Saldo DANA Gratis Rp200.000 Hari IniCIAMIK! New Honda BeAT 2025 150 CC Makin Stylish dan Gahar di Jalan

“Zona 3 Sarimukti tinggal 41 hari lagi. Tapi kami sudah antisipasi. Zona 5 sedang dalam tahap finishing dan ditargetkan operasional pertengahan Juni,” kata Herman.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa solusi jangka pendek saja tidak cukup. Oleh karena itu, Pemprov Jabar bersama pemerintah kabupaten/kota di Bandung Raya tengah menyiapkan langkah strategis dengan pengadaan insinerator skala menengah berbasis teknologi “Motah” (Mesin Olah Runtah) yang mampu mengolah 10 ton sampah per hari.

0 Komentar