JABAR EKSPRES – Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi mulai mengaktifkan kembali dua pasar yang sempat mangkrak, yakni Pasar Atas lantai 3 dan Pasar Cimindi, sebagai sentra Industri Kecil Menengah (IKM).
Strategi ini dilakukan guna menghidupkan geliat ekonomi lokal sekaligus memberdayakan pelaku IKM binaan Diadagkoperin Cimahi.
Kepala Disdagkoperin Kota Cimahi, Hella Haerani menjelaskan, pihaknya bersama Kepala Bidang Industri berinisiatif menjadikan kedua lokasi tersebut sebagai pusat kegiatan IKM setelah bertahun-tahun tidak berfungsi optimal.
Baca Juga:Warga Masih Buang Sampah Sembarangan Meski Sudah Clean Up Massal, DLH: Sanksi Tipiring Siap Diterapkan Persib Kalah di Kandang Malut, Ciro Alves Menangis
Pasar Atas disebutnya telah empat tahun terbengkalai, sedangkan Pasar Cimindi dinilai kurang ramai.
“Namanya juga kita berusaha, banyak binaan kita baik UKM maupun IKM kebanyakan ketika sudah selesai mereka memilih untuk mengembangkan sendiri,” ujar Hella saat dikonfirmasi Jabar Ekspres, Sabtu (3/5/2025).
Disdagkoperin kemudian menawarkan lokasi di Pasar Cimindi kepada para pelaku IKM, dan mereka sepakat untuk menempatinya.
Namun, untuk efisiensi dan penataan, Hella menjelaskan, Pasar Atas difokuskan untuk IKM kuliner, sedangkan Pasar Cimindi untuk produk fashion.
“Daripada campur-campur, kita tentukan di Pasar Atas itu untuk IKM kuliner,” katanya.
“Di Pasar Cimindi, fashion. Karena memang di sana kebanyakan fashion,” lanjut Hella.
Ia tak menampik bahwa aktivitas IKM di Pasar Cimindi masih sepi pembeli. Namun, menurutnya hal itu wajar di tahap awal.
Baca Juga:Soal Direktur Pemberitaan JAK TV Jadi Tersangka, Ketua Komisi Kejaksaan: Produk Jurnalistik Tak Bisa Dijerat Obstruction of JusticeKejaksaan Agung Resmi Tetapkan Direktur Pemberitaan JAK TV sebagai Tersangka, AJI: Ancaman Serius bagi Kebebasan Pers
“Betul, awal-awal namanya orang jualan gak mungkin langsung ramai,” tegas Hella.
Disdagkoperin juga memastikan hanya IKM binaan Cimahi yang diprioritaskan untuk menempati lokasi, meskipun tidak menutup kemungkinan pelaku usaha dari luar daerah bisa masuk sepanjang mematuhi ketentuan.
“Bukan tidak ingin ada kelengkapan produk lain, seperti sepatu dan lainnya. Tapi dari kesiapan IKM, misalnya dari luar ada yang berminat, namun kita dahulukan IKM binaan kita di Cimahi,” jelasnya.
