Ia menambahkan, jika pelaku IKM dari luar Cimahi ingin masuk, maka harus melalui mekanisme yang jelas dan disepakati bersama.
“Tinggal peraturan dan administrasinya harus kita sepakati. Gak bisa langsung masuk,” ujarnya.
Meski begitu, Hella menegaskan bahwa IKM dari Cimahi pun tetap mengikuti aturan, namun saat ini belum dikenakan retribusi, mengingat regulasi masih dalam tahap kajian di bagian hukum.
“Jadi silakan isi, kita hanya menyiapkan tempat,” katanya.
Baca Juga:Warga Masih Buang Sampah Sembarangan Meski Sudah Clean Up Massal, DLH: Sanksi Tipiring Siap Diterapkan Persib Kalah di Kandang Malut, Ciro Alves Menangis
Beberapa pelaku IKM bahkan bersedia mendandani kiosnya sendiri agar lebih menarik. Disdagkoperin pun mendukung upaya promosi bersama.
“Intinya kita bersama-sama dengan tim terus mempromosikan. Tetapi pedagang yang bisa masuk syaratnya harus sudah memiliki NIB,” beber Hella.
Untuk tahap kedua, pihaknya akan merapikan sekitar 200 kios, di mana saat ini baru 40 kios yang siap digunakan. Menurut Hella, animo pelaku usaha untuk masuk semakin meningkat.
“Ini sudah banyak yang mau dan ingin masuk ke sana,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa program Cimahi ASN Bercitra dari Pemkot Cimahi juga menjadi sarana promosi tak langsung bagi pasar tersebut.
Untuk brand besar yang ingin masuk, tetap diwajibkan memenuhi prosedur administrasi yang berlaku. Namun, selama tahap awal ini, Disdagkoperin memberikan insentif berupa pembebasan biaya.
“Tapi sekarang kita gratiskan dulu mereka karena belum laku. Tapi secara aturan lagi dibahas,” ujar Hella.
Baca Juga:Soal Direktur Pemberitaan JAK TV Jadi Tersangka, Ketua Komisi Kejaksaan: Produk Jurnalistik Tak Bisa Dijerat Obstruction of JusticeKejaksaan Agung Resmi Tetapkan Direktur Pemberitaan JAK TV sebagai Tersangka, AJI: Ancaman Serius bagi Kebebasan Pers
Sambil menunggu regulasi rampung, pelaku usaha tetap diperbolehkan mulai berjualan. Namun, Hella mengaku ada kendala dari industri besar karena terhalang SOP internal mereka.
Kendati demikian, Hella tetap optimistis bahwa dengan niat baik dan sinergi, penghidupan kembali dua pasar ini bisa berjalan.
“Kita sedang berusaha agar IKM baik yang ada di Pasar Atas maupun Pasar Cimindi sama-sama saling mempromosikan. Tapi satu, jangan ada provokator,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa inisiatif program ini murni dari Disdagkoperin Cimahi dan bukan hasil dari paguyuban pasar.
