Respons Rencana Pendidikan Militer Dedi Mulyadi, Dewan Ini Sarankan Pendidikan Karakter di Ponpes

Anggota Komisi V DPRD Jabar Zaini Shofari
Anggota Komisi V DPRD Jabar Zaini Shofari
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Anggota Komisi V DPRD Jabar Zaini Shofari merespons kebijakan yang akan diambil Gubernur Dedi Mulyadi terkait pendidikan militer bagi anak nakal. Ia menawarkan opsi pendidikan di Pondok Pesantren.

Zaini menuturkan, kenakalan remaja saat ini memang menjadi fenomena yang patut untuk jadi perhatian. Namun penyelesaiannya bukan serta merta dengan dibina di barak militer.

Politikus PPP itu melanjutkan, kondisi keluarga yang tidak baik ternyata membuat pendidikan karakter pada anak tidak terjadi. Termasuk rendahnya pendidikan keagamaan dan moral bagi anak.

Baca Juga:Pemkot Bandung Dukung Pendidikan Militer Bagi Siswa Nakal : SMA Di Bawah Kewenangan ProvinsiDugaan Pungli di Pasar Gedebage Menguat, Wali Kota Bandung : Sedang Diselidiki!

Zaini menyarankan dari pada menyerahkan pada unsur TNI Polri, pendidikan karakter itu lebih baik diserahkan ke Pondok Pesantren. “Kami setuju soal kedisiplinan pada TNI Polri. Tapi untuk karakter, kami tidak setuju,” jelasnya.

Menurut Zaini, pendidikan pondok pesantren bisa dijadikan alternatif pendidikan karakter itu. Karena di ponpes, santri juga dididik bangun pagi lalu tahajud, mengaji hingga salat subuh. Lalu santri juga dibekali dengan pendidikan keagamaan. “Jadi tidak seluruhnya harus diselesaikan dengan militerisme,” tutupnya.(son)

0 Komentar