Dirudapaksa dan Dicekoki Miras, Siswi SMP Bandung Alami Trauma Berat

korban kekerasan
Ketua DPD Partai Golkar Kota Bandung Edwin Senjaya, saat menjenguk korban kekerasan dan pencabulan yang menimpa seorang pelajar SMP di Kota Bandung.
0 Komentar

BANDUNG – Aksi kekerasan dan pencabulan menimpa seorang pelajar SMP di Kota Bandung, Bunga (bukan nama sebenarnya). Ia mengalami berwujud dan dirudapaksa oleh sekitar enam orang laki-laki, dua di antaranya berusia dewasa. Peristiwa yang terjadi pada Minggu 28 Juni 2026 malam di wilayah Sapan, Kabupaten Bandung, langsung dilaporkan ke pihak kepolisian usai korban melakukan visum.

Korban yang merupakan warga Kelurahan Rancabolang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, mendapat perlindungan hukum dari Lembaga Bantuan Hukum Golkar Kota Bandung. Ketua DPD Partai Golkar Kota Bandung Edwin Senjaya mengaku turun tangan dalam kasus ini karena miris dengan aksi bejat yang dilakukan terhadap korban.

Terlebih lagi, korban merupakan anak yatim dan masih di bawah umur yang memiliki masa depan panjang. “Saya sangat prihatin dengan kejadian ini. Karena kejadian semacam ini bukan pertama kali, sudah berulang kali terjadi di kota kita ini,” usai menerima korban dan keluarganya di Gedung DPRD Kota Bandung, Kamis (2/7/2026).

Baca Juga:Mastax Academy Bantu Wajib Pajak Kuasai Perpajakan PraktisSuhu Politik Bandung Memanas, Joker Minta Pemimpin Sauyunan

Edwin yang juga pimpinan DPRD Kota Bandung melihat masih ada yang belum berjalan baik dalam sistem pendidikan di kota ini. Pembangunan karakter, budi pekerti, dan penanaman akhlak tampaknya belum optimal diterapkan di sekolah-sekolah, yang akhirnya memicu anak berbuat di luar batas.

“Kelihatannya kita memang sudah saatnya untuk lebih memperhatikan pembangunan akhlak, pembangunan adab budi pekerti, dan moralitas kepada anak-anak kita, supaya kejadian seperti ini tidak terus terulang lagi,” ucapnya.

Dalam kasus ini, Edwin berkomitmen akan terus mengawal korban hingga para pelaku mendapatkan ganjaran setimpal. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Polresta Kabupaten Bandung yang dengan cepat merespons laporan korban serta menangkap para pelaku. “Dan saya berharap kasus ini dapat berkembang, apalagi bisa jadi pelakunya juga lebih banyak dari yang kita ketahui,” katanya.

Selain bantuan dan perlindungan hukum, mengesampingkan akan terus memperhatikan masa depan korban dengan mengupayakan agar korban bisa terus bersekolah dan meraih masa depannya dengan baik. Ia mengemukakan, sempat ada kesepakatan dari keluarga pelaku untuk menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan. Namun, berkomitmen untuk memberikan perlindungan hukum terhadap korban dan mengawali kasus ini sampai tuntas.

0 Komentar