Tips Menjaga Kerukunan Antar  Sesama Umat Muslim dalam Masyarakat

ILUSTRASI menjaga kerukunan dalam masyarakat. (Freepik)
ILUSTRASI menjaga kerukunan dalam masyarakat. (Freepik)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Setiap hari kita menyaksikan banyak pertikaian di sosial media, berbagai rekaman video menampakkan betapa mudahnya manusia terpancing amarahnya dan menyakiti sesamanya. Ada tips untuk menjaga kerukunan antar manusia di masyarakat dari ulama NU yang penting untuk kita coba.

Dilansir dari laman NU Online, Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) KH Abdullah Syamsul Arifin memberikan tips yang sangat penting untuk tetap menjaga kerukunan antar umat manusia.

Tips tersebut disampaikan dalam acara Dakwah Sphere Ngaji dan Temu Pegiat Dakwah Digital NU & Halal Bilhalal di Lantai 1 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat pada Selasa (22/4/2025).

Baca Juga:Masih Amankah Daftar Aplikasi Risetcar Sekarang? Cek Kabar Terkininya5 Cara Hasilkan Uang di Aplikasi OMC, Benarkah Aman?

Ada 4 hal yang perlu dilakukan untuk tetap rukun dengan sesama manusia, di antaranya :

1. Tidak boleh mengingat kesalahan orang lain terhadap kita.

“Kalau orang lain berbuat salah, lalu kita ingat yang ada akan timbul dendam, orang dendam tidak menyakiti orang lain tetapi dapat menyiksa batinnya sendiri,” ujarnya.

2. Tidak boleh mengingat-ingat kebaikan diri sendiri kepada orang lain.

“Kalau kebaikan kita diingat terus kepada orang lain yang ada menuntut balas budi, orang yang menuntut balas budi harus siap-siap sakit hati karena yang diharapkan tidak pernah sesuai ekspektasi,” ucapnya.

3. Tidak boleh melupakan kesalahan diri sendiri terhadap orang lain.

“Tujuannya agar kita semangat untuk memperbaiki diri dan melakukan permintaan maaf,” ujarnya.

4. Tidak boleh melupakan kebaikan orang lain terhadap kita.

“Tujuannya biar kita jadi orang yang mampu berterima kasih,” ucap Pengasuh Pondok Pesantren Darul Arifin, Bangsalsari, Jember, Jawa Timur itu.

Menurutnya, empat tips tersebut menjadi kunci kebersamaan antar manusia tetap terjaga.

“Kita akan kembali lagi kepada fitrah manusia sebagaimana sesuai dengan yang diciptakan Allah SWT bahwa manusia senang bersama-sama, senang guyub, senang rukun.,” katanya.

Baca Juga:Bio Farma dan Dinkes Sulawesi Tengah Perkenalkan Skrining Kanker Serviks Tanpa Rasa MaluKAI Properti Beri Pelatihan PJL, Garda Terdepan Keselamatan Perlintasan KA

Lebih lanjut, Ulama yang juga sering disapa dengan sebutan Gus Aab ini juga menambahkan bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri atau sepenuhnya mandiri. Sebab, kemandirian yang sejati hanya milik Allah SWT dengan sifatnya yaitu qiyamuhu binafsihi (berdiri sendiri).

0 Komentar