Oleh: Cecep Herdi
JABAR EKSPRES – Pagi yang cerah di Kampung Lebak, Kelurahan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (26/2/2025), diwarnai oleh semangat gotong royong yang langka. Sejak pukul 08.00 WIB, puluhan warga dari berbagai latar agama dan instansi bergerak bersama, membawa sapu lidi dan pengki, menyapu setiap sudut empat tempat ibadah yang berdiri berdampingan di kampung itu.
Mereka bersiap menyambut Ramadan tahun ini dengan membersihkan Masjid Jami Almujahidin, Gereja Katolik Santo Yohanes, Kelenteng Hok Tek Bio, dan Li Tang Khonghucu, simbol kerukunan yang telah bertahan puluhan tahun.
Kampung Lebak memang istimewa. Di tengah hiruk-pikuk isu intoleransi, warga di sini justru hidup berdampingan seperti keluarga. Setiap tahun, tradisi bersih-bersih jelang Ramadan menjadi ritual sakral yang melibatkan semua pemeluk agama.
Baca Juga:Operasi Keselamatan Lodaya 2025 di Kota Bandung: 500 Lebih Pelanggar Lalu Lintas DitindakPertamina Bantah Oplos Pertalite jadi Pertamax, Kejagung: Dioplos, Dicampur!
Pemandangan empat rumah ibadah dalam satu kompleks menjadi saksi bisu sejarah toleransi di kampung kerukunan ini. Masjid sederhana berdiri tegak di sebelah kelenteng berornamen merah dan Li Tang Khonghucu menambah warna keharmonisan. Di seberangnya terdapat gereja bergaya Eropa.
“Kegiatan yang berlangsung ini menyiratkan kerukunan bukanlah mimpi. Kami ikut menyambut bulan Ramadan dengan penuh suka cita,” kata Romo Mikael, salah satu pemuka agama Kristen Katolik di Kabupaten Ciamis. (CEP)
