Isu Premanisme Ganggu Investor China di Subang, Pemerintah Turun Tangan

Ilustrasi sejumlah ormas yang melakukan aksi premanisme setelah diamankan. (Dok. Jabar Ekspres)
Ilustrasi sejumlah ormas yang melakukan aksi premanisme setelah diamankan. (Dok. Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Nurul Ichwan menyatakan pihaknya akan berkomunikasi dengan investor otomotif asal China yakni BYD.

Hal itu, kata dia, menyusul adanya isu premanisme yang dilakukan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) dalam proses pembangunan pabrik di Subang, Jawa Barat. “Hari ini akan coba mengontak kawan-kawan dari BYD bagaimana situasinya,” ujarnya, dikutip Kamis (24/4/2025).

“Bisa saja dipick-up oleh siapapun tentang Indonesia itu tidak aman, Indonesia itu premanisme,” kata dia.

Baca Juga:Masih Dirahasiakan Inspektorat hingga Kejaksaan Negeri Banjar, Ini Kisaran Tunjangan Diterima DRK dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp3,5 Miliar! Dampak Perang Dagang AS-Cina, Perajin Tahu Cibuntu: Cuma Empat Harian

Untuk itu, lanjut dia, di kondisi ekonomi global saat ini, seharusnya Indonesia meningkatkan daya saing agar lebih mudah menarik minat investor. Mengingat semakin banyak negara yang mlebih protektif, sehingga tidak mudah menarik investor.

“Sempat ada permasalahan terkait premanisme ormas yang mengganggu pembangunan dari sarana produksi BYD. Pemerintah perlu tegas untuk kemudian menangani permasalahan ini, jangan sampai investor datang ke Indonesia dan merasa kemudian tidak mendapatkan jaminan keamanan, hal yang paling mendasar bagi investasi untuk masuk ke Indonesia,” imbuh Eddy melalui unggahan video di Instagram dikutip Kamis.

Investasi besar BYD di kota mandiri terintegrasi untuk kawasan industri dan komersil di Indonesia, Subang Smartpolitan, diprediksi akan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi yang signifikan di Indonesia. Dikabarkan BYD menggelontorkan investasi hingga Rp11,7 triliun.

0 Komentar