Tanggapi Putusan Sengketa Lahan SMANSA dari PTUN, Pihak Sekolah: Kami Serahkan Sepenuhnya ke Biro Hukum Jabar!

Siswa berkumpul di halaman sekolah untuk memperingati hari Kartini di SMA Negeri 1, Kota Bandung, Senin (21/4). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Siswa berkumpul di halaman sekolah untuk memperingati hari Kartini di SMA Negeri 1, Kota Bandung, Senin (21/4). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pihak Sekola Menengah Atas Negri (SMAN) 1 Kota Bandung atau SMANSA, mengaku telah menyerahkan sepenuhnya kepada Biro Hukum Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar atas polemik sengeketa lahan dengan Perkumpulan Lyceum Kristen (PLK).

Diketahui, pada Kamis (17/4) kemarin, Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) Bandung resmi memutuskan dan mengabulkan semua gugatan yang dilayangkan oleh PLK, kepada BPN Kota Bandung dan Disdik Jabar atas sengeketa lahan seluas 8.450 meter persegi yang berada di SMAN 1 Kota Bandung.

Menanggapi hal ini, Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang kesiswaan SMAN 1 Kota Bandung Kardiana mengatakan, untuk langkah selanjutnya pihak sekolah kini telah menyerahkan sepenuhnya ke Biro Hukum Jabar.

Baca Juga:Komisi V Sayangkan Hasil Sengketa Lahan SMAN 1 Bandung, Disdik Jabar Kurang KoordinasiSoal Rencana Evakuasi 1.000 Warga Gaza, Ma’ruf Amin: Tidak Ada Masalah

“Kalau untuk kondisi sekarang setelah adanya hasil putusan, jelas kami sangat kecewa. Karena kita mengikuti mulai dari sidang-sidang sebelumnya dari sidang pertama sampai sidang keenam, jadi pasti sangat kecewa karena kenapa sampai pihak PLK yang dimenangkan, dan tidak melihat saksi dari kami,” ungkapanya

Meski begitu, Kardiana menuturkan bahwa pihaknya akan terus menyarankan khususnya kepada seluruh siswa untuk tetap tenang meski sekolahnya kini tengah dihadapi polemik sengeketa lahan.

“Karena jangan sampai ini menjadi keresahan. Kita juga tidak tahu kenapa kita kalah, tapi insyallah kalau banding nanti kemungkinan besar kita pasti menang,” ungkapnya.

“Jadi kami pihak sekolah kepada anak-anak untuk tetap fokus belajar dengan baik, dan anggap saja (polemik) sebagai rintangan yang memang harus dihadapi. Jadi tidak usah takut, dan kami menyarankan anak-anak jangan sampai turun ke jalan (menggelar aksi),” pungkasnya.

0 Komentar