JABAR EKSPRES – Pengelolaan limbah ternak di wilayah utara Kabupaten Bandung Barat (KBB) belum maksimal. Bahkan sebagian besar mereka belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Imbasnya para peternak tersebut membuang kotoran hewan langsung ke irigasi terdekat tanpa melalui proses pengolahan.
Berdasarkan data dari Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Bandung Barat, ada sekitar 6.000 peternak sapi di tiga wilayah di Bandung Barat, meliputi Cisarua, Parongpong dan Lembang.
Baca Juga:Tanggapi Putusan PTUN soal Sengketa Lahan SMANSA Kota Bandung, Biro Hukum Jabar: Ajukan Banding!Dampak Hujan Angin di Cipeundeuy KBB Rusak Belasan Rumah, Satu Warga Tersambar Petir
“Dari data yang ada hanya 30 persen limbah yang sudah diolah. 70 persennya masih dibuang ke perairan dari 6.000 peternakan. Sementara untuk Lembang sebanyak 5.000 peternak,” kata Pelaksanaan Tugas (PLT) Kepala Dinas Dispernakan KBB, Wiwin Aprianti saat dikonfirmasi Sabtu (19/4/2025).
Untuk mengurangi pencemaran itu, Dispernakan Bandung Barat menyebut bakal mengantisipasi hal tersebut dengan melakukan pengawasan secara ketat.
Sementara itu Kepala Bidang Tata Kelola Lingkungan Hidup pada Organisasi Perangkat Daerah Dinas Lingkungan hidup (DLH) Bandung Barat, Zamilia Moreta membenarkan limbah kotoran sapi yang melintasi Kanal Tjibarani berasal dari wilayah Lembang.
Hal tersebut berdasarkan tinjauan langsung Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) dari DLH bersama petugas Dispernakan, pada Rabu, (16/4).
