Korban Pelecehan di Garut Dapat Pendampingan Hukum, IDI Jabar Siap Pecat Oknum Dokter Kandungan!

Oknum dokter di Garut lecehkan pasies/Istimewa/
Oknum dokter di Garut lecehkan pasies/Istimewa/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oknum Dokter Kandungan di Garut mendapat sorotan dari banyak pihak. Tak terkecuali Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Dedi menegaskan bahwa Pemprov Jabar sudah menyiapkan bantuan sosial ekonomi untuk korban pelecehan tersebut. Selain itu, pihaknya juga akan memberikan bantuan pendampingan hukum.

Bantuan itu dilakukan karena salah seorang korban, saat ini tinggal di sebuah rumah yang tak lama lagi habis masa kontraknya.

Baca Juga:Jaga Estetika Kota Bogor, 13 Reklame dan Billboard Tak Berizin DiterbitkanTerima Aksi Demonstrasi Mahasiswa DPRD Kota Bogor Perjuangkan Aspirasi

“Yang pertama aspek sosial-ekonominya. Mereka kan kehabisan kontraknya. Diberi stimuluslah untuk satu tahun pindah rumah. Yang kedua, pendampingan hukum. Sudah kami siapkan dan itu free,” ujar Dedi Mulyadi di Kota Bandung.

KDM sapaan akrabnya juga meminta pelaku pelecehan tersebut untuk ditindak tegas. Karena menurutnya dokter merupakan profesi yang sudah diambil sumpahnya.

“Ya gini saja, kalau dokter lecehkan pasien di Garut, kan dokter ada komite etiknya. Ya berhentikan saja, cabut izin dokternya,” tegas Dedi.

Ia mendorong tindakan ini agar para pelaku pelecehan seksual mendapatkan efek jera dan tidak ada lagi kasus-kasus serupa di kemudian hari.

Sementara itu, Ikatan Dokter Indonesia Jawa Barat (IDI Jabar) mengutuk keras aksi bejat yang dilakukan MSF alias I, oknum Dokter Kandungan yang melecehkan pasiennya di Garut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, IDI Jabar bahkan tengah bersiap untuk memberikan sanksi terhadap pelaku pelecehan tersebut.

Adapun sanksi tersebut berupa pencabutan profesi pelaku sebagau dokter.

Meski demikian, IDI Jabar akan menunggu hasil penyelidikan terlebih dahulu, sebelum memutuskan memberikan sanksi terhadap I.

0 Komentar