JABAR EKSPRES – Bisnis penjaminan di 2025 dipandang masih memiliki prospek cerah di 2025. Caranya, perusahan penjaminan perlu lebih serius menggarap sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Hal itu diungkapkan Ketua Asosiasi Perusahaan Penjaminan Daerah (Aspenda) Agus Subrata. “Kami masih optimistis, industri penjaminan akan cerah di 2025 ini,” cetusnya, Kamis (17/4).
Pria yang juga Direktur Keuangan PT Jamkrida Jabar itu menguraikan, berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia periode Agustus 2024, mencatat bahwa KUR berkontribusi sebesar 33,2 persen terhadap kredit UMKM.
Baca Juga:Bupati Lantik 3.676 PPPK dan CPNS, Minta ASN Jaga Integritas dan Nama Baik Kabupaten BogorHasil Efisiensi Anggaran, Pemkot Banjar Alokasikan Rp15,3 Miliar ke 7 Program Prioritas
Kemudian kontribusi sebesar 6,5 persen terhadap total kredit perbankan nasional. “Ini angka yang cukup luar biasa,” katanya.
Namun demikian, industri penjaminan juga menghadapi beberapa tantangan. Misalnya persaingan dengan asuransi umum dan rendahnya penetrasi penjaminan di pasar pembiayaan.
Karenanya, peningkatan kemampuan perusahaan penjaminan dalam menganalisis risiko perlu ditingkatkan. Hal ini penting untuk mengantisipasi potensi peningkatan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL).(son)
