Ratusan Warga Usia Produktif di Bandung Barat Paling Banyak Terserang DBD

Ilustrasi : waspada bahaya penyakit DBD. Dok Jabar Ekspres
Ilustrasi : waspada bahaya penyakit DBD. Dok Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyebut masyarakat usia produktif meningkat terserang penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Berdasarkan data dari Dinkes Bandung Barat, tercatat dari Januari hingga 12 Maret 2025 sedikitnya terdapat 332 kasus DBD. Dari jumlah itu sebagian besarnya menyerang kalangan usia produktif.

“Kalau lihat data persentase orang dewasa usia produktif meningkat artinya makin banyak orang dewasa kena DBD,” kata Ridwan di Ngamprah, Rabu (12/3/2025).

Baca Juga:Viral! Seorang Nenek di Cicalengka Minta Tolong pada Gubernur Jabar, Tanahnya akan DieksekusiKania Herdiat Kembali Pimpin Tim Penggerak PKK Ciamis

“Dari keseluruhan itu, kasus DBD paling banyak terjadi pada rentang usia 15-44 tahun dengan total 141 kasus hingga bulan ini,” tambahnya.

Ridwan mengatakan, kasus DBD setiap tahunnya selalu menjadi perhatian pihaknya. Adapun untuk tahun ini jika melihat laporan per bulan, jumlah kasus DBD menunjukkan tren penurunan yang signifikan.

“Tren kasusnya menurun di Bulan Maret 2025 ini dan kabar baiknya tidak ada laporan kematian akibat penyakit ini,” ucapnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran DBD, terutama dengan memperkuat program 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur ulang) serta menambahkan tindakan pencegahan seperti penggunaan obat anti nyamuk dan fogging di daerah rawan.

0 Komentar