DALAM peringatan International Women’s Day (IWD) 2025, mereka dengan obor di tangan pada sekam malam, menggelar aksi reflektif, dan menyuarakan tuntutan bagi keadilan gender.
Muhamad Nizar, Jabar Ekspres.
Pantauan Jabar Ekspres, puluhan massa dari Aliansi Simpul Pembebasan Perempuan (Simpul Puan) tampak berkumpul di bawah langit gelap Kota Bandung, membawa obor yang menyala. Api di tangan mereka menjadi simbol perjuangan yang belum usai.
Di antara mereka, seorang perempuan muda berdiri dengan sebuah poster besar. Kalimat yang tertulis mencerminkan kegelisahan: “Bingung Tulis Apa… Masalah Perempuan Buanyak Banget!”.
Baca Juga:Tembok Rumah Jebol Sebabkan Banjir Bandang di Kampung Cireundeu, Dua Warga Luka-lukaGedebage Kembali Dilanda Banjir, Pengendara: Udah Bukan Jalan, Tapi Kolam Renang
“Harapan saya, dengan adanya hari peringatan ini bisa menjadi tolok ukur ke depan. Bagaimana wanita bisa setara dengan yang lain dan tidak dibeda-bedakan,” ujarnya kepada Jabar Ekspres, Sabtu (8/3) malam.
Dalam pernyataan sikap mereka, Aliansi Simpul Puan menyoroti kekerasan berbasis gender, minimnya perlindungan hukum bagi korban kekerasan seksual, serta kesenjangan akses ekonomi bagi perempuan.
Mereka mendesak negara untuk mengimplementasikan kebijakan yang berpihak pada perempuan, termasuk memastikan pelaksanaan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) secara menyeluruh.
Aksi yang berlangsung di ruang publik itu menghadirkan pemandangan kontras: di satu sisi, obor menyala menerangi wajah-wajah peserta, sementara di sisi lain, layar ponsel mereka berpendar di kegelapan.
