Masjid Ramah Lingkungan: Berbuka Puasa Tanpa Sampah di Al Lathiif

Ratusan umat islam menyantap takjil saat berbuka puasa bersama di Masjid Al Lathiif, Jalan Saninten, Kota Bandung, Jumat (7/3). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Ratusan umat islam menyantap takjil saat berbuka puasa bersama di Masjid Al Lathiif, Jalan Saninten, Kota Bandung, Jumat (7/3). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Di sudut Jalan Saninten, Kota Bandung, Masjid Al Lathiif bukan sekadar tempat ibadah, sejak tujuh tahun terakhir masjid ini rutin menggelar buka puasa bersama. Namun, ada yang berbeda tahun ini.

Ketua Akhwat Masjid Al Lathiif, Wida Agusniati (33), menyebut, masjid yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial ini kini berikhtiar menjadi “Masjid Berkah, Kurangi Sampah.”

“Kami sebisa mungkin tidak memberi air minum kemasan. Kalau tidak bawa tumbler, bisa pakai gelas yang bisa dicuci,” sebut Wida kepada Jabar Ekspres, beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga:Korban Jiwa Akibat Banjir dan Longsor di Sukabumi Bertambah Jadi 3 OrangAkses Jalan Dayeuhkolot Terputus Akibat Banjir Sedalam 1 Meter,  Warga Berharap Solusi Cepat

Langkah ini bagian dari upaya masjid mengurangi sampah selama Ramadan, takjil tak lagi disajikan dalam kotak, melainkan di piring kecil. Menu berbuka beragam—gorengan, kue basah, buah-buahan, dan kurma—disajikan tanpa kemasan sekali pakai.

Masjid Ramah Lingkungan: Berbuka Puasa Tanpa Sampah di Al Lathiif

Seusai salat Magrib, makanan berat baru dihidangkan.  “Setiap hari jumlahnya berbeda. Hari pertama 600 porsi, hari kedua 300, ternyata kurang, jadi kami naikkan jadi 450 porsi hari ini,” kata Wida.

Dukungan datang dari berbagai pihak, jamaah yang ingin berdonasi dipersilakan menyumbang makanan berbuka, baik dalam bentuk uang maupun langsung mengirim makanan. Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (NGO) juga mulai terlibat dalam kegiatan ini.

“Kami membuka peluang amal saleh bagi siapa pun yang ingin menjamu tamu Allah. Semoga semakin banyak yang ikut serta,” tambahnya.

Inisiatif ramah lingkungan di Masjid Al Lathiif tidak berhenti di program berbuka puasa. Masjid ini telah menerapkan sistem pemilahan sampah dengan empat kategori:

1. Sampah residu (tempat berwarna merah),
2. Sampah anorganik plastik (kuning),
3. Sampah anorganik kertas (hijau), dan
4. Sampah sisa makanan (putih).

Di tengah meningkatnya produksi sampah selama Ramadan, langkah kecil seperti ini menjadi ikhtiar besar. Tidak hanya menyediakan makanan berbuka, Masjid Al Lathiif juga mengajarkan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah.

Baca Juga:Jadi Pemicu Banjir Bandang, Wakil Wali Kota Cimahi Minta Drainase Cireundeu di Cek UlangSekjen DPR Indra Iskandar dan 6 Orang Lainnya Jadi Tersangka Korupsi Rumah Jabatan

“Bantu kami memilah sampah di rumah Allah,” ungkap pengurus masjid dalam ajakan mereka. “Karena kebersihan adalah sebagian dari iman.”

0 Komentar