Akses Jalan Dayeuhkolot Terputus Akibat Banjir Sedalam 1 Meter,  Warga Berharap Solusi Cepat

Warga saat melintasi Jalan Raya Dayeuhkolot menggunakan perahu lantaran ketinggian air mencapat satu meter lebih. Foto Agi
Warga saat melintasi Jalan Raya Dayeuhkolot menggunakan perahu lantaran ketinggian air mencapat satu meter lebih. Foto Agi
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Hujan deras yang mengguyur pada Jumat (7/3) membuat sejumlah wilayah di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung kembali kebanjiran.

Pantauan di lokasi, banjir hampir memutuskan arus lalu lintas di wilayah Jalan Raya Dayeuhkolot, depan Pasar Dayeuhkolot menuju Kota Bandung.

Di sekitar depan Pasar Dayeuhkolot, ketinggian banjir tersebut mencapai 1 meter lebih memanjang hingga jembatan lama Dayeuhkolot.

Baca Juga:Jadi Pemicu Banjir Bandang, Wakil Wali Kota Cimahi Minta Drainase Cireundeu di Cek UlangSekjen DPR Indra Iskandar dan 6 Orang Lainnya Jadi Tersangka Korupsi Rumah Jabatan

Terlihat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintasi genangan jalan raya tersebut.

Beberapa warga terlihat melewati genangan banjir dengan menggunakan perahu. Ada juga warga yang memilih melewati genangan banjir dengan menggunakan delman.

Salah satu pengendara motor Yusuf mengatakan dirinya sangat mengeluhkan adanya banjir ini. Terlebih hampir setiap hujan banjir sering melanda wilayah ini.

“Sangat mengganggu, apalagi ini banjir sudah sering dan selalu juga gak ada solusinya,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (8/3/2025).

Yusuf menjelaskan, jika banjir ini membuat dirinya harus mencari jalan alternatif lain untuk menuju tempat kerjanya di Kota Bandung.

“Iya saya ini cari jalan lain. Gak mungkin lewat kesana tinggi airnya aja semeter lebih,” ujarnya.

Senada dengan Yusuf, Salah satu buruh pabrik asal Banjaran, Halimatul Huda (30) mengaku kesulitan beraktivitas jika banjir melanda jalan raya tersebut.

Baca Juga:Usai Digerebek Pesta Narkoba, Bawaslu RI Segera Ganti Ketua Bawaslu Bandung BaratLongsor dan Banjir di RW 10 Kampung Cireundeu, Warga Desak Perbaikan Drainase

“Kalau banjir gini susah buat kerja. Soalnya angkot gak ada, paling lewat alternatif,” ujar Huda.

Dirinya juga menjelaskan jika banjir akibat meluapnya sungai Citarum lantaran hujan deras yang terjadi sejak Jumat (7/3) sehingga meluap ke jalan dan pemukiman warga.

“Iya jadi meluap citarum banjir lah ke jalan dan ke pemukiman warga. Jujur kita mah bosan lah gini terus gak pernah ada solusinya,” katanya.

Dirinya juga berharap pemerintah bisa mencarikan solusi yang konkret terkait banjir. Khususnya pengadaan kembali kolam retensi seperti di Cieunteung.

0 Komentar