Bangunan Halangi Drainase, Kota Bandung Terancam Banjir Berkepanjangan

Ilustrasi: Warga melintasi genangan banjir di salah satu Pasar beberapa waktu lalu. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Ilustrasi: Warga melintasi genangan banjir di salah satu Pasar beberapa waktu lalu. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Banjir masih menjadi ancaman bagi sejumlah wilayah di Kota Bandung. Salah satu penyebabnya adalah saluran air yang tersumbat bangunan liar.
Pemerintah Kota Bandung berencana melakukan pendataan dan penertiban agar kondisi ini tidak semakin parah.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyoroti bagaimana bangunan yang berdiri di atas selokan atau sungai menjadi faktor utama genangan air di beberapa titik. Salah satu contohnya adalah banjir di Waas, Kecamatan Bandung Kidul yang terjadi akibat saluran air tertutup bangunan.

“Banjir di Waas itu terjadi karena sungai yang seharusnya mengalir malah tertutup bangunan. Air jadi melimpah dan menyebabkan genangan. Maka, kami meminta kepala dinas untuk mengecek semua rembesan air di tiap wilayah,” ujar Erwin kepada Jabar Ekspres di Jl. Ibrahim Adjie, Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

Baca Juga:Persib Siap Bangkit Hadapi Persik Kediri, Beckham Masih Diragukan TampilFakta Baru Kasus Korupsi Bandung Smart City, Jaksa KPK Sebut Proses Anggaran Dianggap Langgar Prosedur

Kondisi serupa juga ditemukan di kawasan Jalan Gatot Subroto dan Soekarno-Hatta, di mana saluran drainase tertutup oleh konstruksi di atasnya.

Akibatnya, ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, air tidak bisa mengalir dengan lancar dan menyebabkan genangan.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah berencana menggelar rapat koordinasi antar-OPD guna mendata kondisi gorong-gorong di Kota Bandung.

Jika ditemukan saluran yang kurang dalam, kata Erwin, maka akan dilakukan pengerukan. Bila ada yang terhalang bangunan, pihaknya bakal melakukan penertiban.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Didi Ruswandi, menyebut bahwa saat ini masih ada tujuh titik banjir rutin, termasuk kawasan Gedebage, Cibaduyut, dan Pasir Koja. Pemerintah terus melakukan inspeksi untuk memastikan bahwa aliran air bisa berfungsi optimal.

Dengan rencana penyusunan blueprint saluran air, pemerintah berharap masalah ini bisa segera diatasi. Namun, tantangan besar masih menghadang, terutama dalam hal menertibkan bangunan yang berdiri di atas drainase.

“Kami sedang memeriksa kondisi saluran, termasuk sungai yang sudah dangkal. Masyarakat pasti kasihan kalau setiap hujan selalu kebanjiran. Goals-nya jelas: tidak ada lagi banjir di Bandung,” tandas Erwin.

0 Komentar