JABAR EKSPRES – Program Bantuan 3 Juta Rumah, salah satu prioritas Presiden Prabowo Sugianto, masih dalam tahap validasi data di Kota Banjar. Proses pendataan ditargetkan selesai pada Maret mendatang, meski petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) resmi dari pemerintah pusat belum diterima.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Banjar, Agus Saripudin, menegaskan bahwa pendataan dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. “Kami sedang memverifikasi warga yang layak menerima subsidi ini. Namun, kami masih menunggu kejelasan juklak dan juknis dari pusat,” ujarnya, Jumat (28/2/2025).
Komisi III DPRD Kota Banjar telah menggelar rapat kerja dengan Dinas LH untuk mengevaluasi program tersebut. Ketua Komisi III, Cecep Dani Sufyan, mengungkapkan bahwa Kota Banjar termasuk prioritas penerima manfaat, tetapi kuota subsidi kepemilikan rumah masih didominasi sebesar 20%.
Baca Juga:Dedie Rachim: Presiden Prabowo Jadikan Kota Bogor Percontohan Tata KotaJelang Puasa, Harga Minyakita Masih di Atas HET Rp 17 Ribu per Liter
“Persyaratan pendapatan calon penerima berkisar Rp4-8 juta per bulan. Ini perlu disesuaikan dengan kondisi riil masyarakat Banjar yang sebagian besar berpenghasilan di bawah itu,” tegas Cecep.
Ia menekankan pentingnya sinkronisasi data hasil survei pusat dengan fakta lapangan. “Survei ini sempat viral, sehingga ekspektasi masyarakat tinggi. Jangan sampai realisasinya tidak jelas,” tambahnya.
Cecep mendorong Pemerintah Kota Banjar aktif berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk memastikan transparansi dan kevalidan informasi. “Program prioritas presiden ini harus benar-benar dirasakan masyarakat, tidak sekadar wacana,” pungkasnya.
Program ini dinilai krusial untuk memenuhi kebutuhan rumah layak huni di Banjar. “Namun, tanpa pedoman jelas dan penyesuaian kriteria, dikhawatirkan tujuan ini justru menimbulkan kekecewaan publik,” katanya. (CEP)
Program Bantuan 3 Juta Rumah di Kota Banjar Butuh Sinkronisasi Data dan Realita Lapangan
JABAR EKSPRES – Program Bantuan 3 Juta Rumah, salah satu prioritas Presiden Prabowo Sugianto, masih dalam tahap validasi data di Kota Banjar. Proses pendataan ditargetkan selesai pada Maret mendatang, meski petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) resmi dari pemerintah pusat belum diterima.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Banjar, Agus Saripudin, menegaskan bahwa pendataan dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. “Kami sedang memverifikasi warga yang layak menerima subsidi ini. Namun, kami masih menunggu kejelasan juklak dan juknis dari pusat,” ujarnya, Jumat (28/2/2025).
