Yayasan Jiva Svastha dan IAKMI Kota Bandung Gelar Aksi Nyata Stop Kontaminasi Air

Yayasan Jiva Svastha dan IAKMI Kota Bandung Gelar Aksi Nyata Stop Kontaminasi Air
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kualitas air minum, terutama produk air isi ulang di Indonesia harus menjadi perhatian serius masyarakat dan pemangku kepentingan.

Data Surveilans Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) Kemenkes 2023 menunjukkan bahwa produk air yang diolah depot air minum isi ulang masih banyak yang terkontaminasi bakteri E. Coli, sehingga risiko penyebaran penyakit seperti diare, kolera, dan difteri semakin meningkat.

Menanggapi kondisi ini, Yayasan Jiva Svastha Nusantara menggandeng Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Kota Bandung menyelenggarakan penyuluhan dan edukasi air bersih di Taman Bandung Inten Indah, Rancasari, Bandung.

Baca Juga:Terapkan Standar K3, Daya Adicipta Wisesa Raih Penghargaan Zero Accident Award 2024Optimalkan Perlindungan Pekerja, Pemerintah Terbitkan PP JKP dan JKK BPJS Ketenagakerjaan

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan air minum serta cara memilih depot air minum yang aman. Selain edukasi langsung, acara inijuga membuka sesi interaktif tanya-jawab dengan para ahli kesehatan masyarakat.

Ketua Yayasan Jiva Svastha Nusantara, Felicia Annelinde, menekankan pentingnya kebersihan dan higienitas saat memilih sumber air minum, baik dari air minum dalam kemasan maupun dari depot air minum isi ulang.

”Masyarakat perlu memastikan tidak hanya kebersihan depot air isi ulang, tetapi juga cara pengelolaan air minum yang benar,” ujarnya, Selasa (25/2/2025)

Felicia membagikan beberapa tips sederhana untuk mencegah kontaminasi bakteri, di antaranya, hindari menyentuh leher galon saat mengisi ulang air, karena dapat meningkatkan risiko kontaminasi dari tangan ke dalam air minum. Kemudian, gunakan galon yang masih baru atau dalam kondisi baik, karena galon yang terlalusering dipakai lebih rentan terhadap bakteri dan mikroba.

selain itu, pastikan air yang digunakan telah melalui proses sterilisasi, misalnya dengan menggunakan sinar UV atau metode filtrasi yang memadai dan rutin membersihkan dispenser air untuk menghindari pertumbuhan bakteri dan jamur.

Sebagai langkah konkret, Yayasan Jiva Svastha Nusantara meluncurkan program penukaran galon bermerek dengan galon baru tanpa merek secara gratis kepada masyarakat.

”Galon baru tanpa merek dapat ditukarkan kembali dengan galon baru milik depot, sehingga risiko kontaminasi dari galon lama bisa diminimalkan. Berbeda jika menggunakan galon bermerk, pihak depot tidak akan mengganti galon milik konsumen dengan yang baru,” jelas Felicia.

0 Komentar