Soal Masalah Kemacetan, Pemkot Bandung Sorot Perubahan Jam Operasional dan Angkutan Massal

Ilustrasi pengendara di jalanan Kota Bandung/Foto:Istimewa
Ilustrasi pengendara di jalanan Kota Bandung/Foto:Istimewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kemacetan di Kota Bandung masih menjadi momok utama yang menghambat mobilitas warga. Menurut Penjabat Wali Kota Bandung, A. Koswara, solusi untuk mengatasi masalah ini perlu pendekatan yang menyeluruh.

Koswara menjelaskan, salah satunya adalah dengan pengaturan jam operasional dan penguatan angkutan massal. Terlebih pertumbuhan warga Bandung kian pesat.

“Pertumbuhan penduduk yang pesat dan terbatasnya infrastruktur menjadi akar masalah kemacetan di kota besar seperti Bandung,” kata Koswara saat kepada wartawan, Selasa (11/2).

Baca Juga:Bertemu Dedi Mulyadi, Legislator PKB Jabar Titipkan Dasa Aratula untuk Jawa BaratKonsentrasi Anggaran Disdik dari DAU Condong ke Proyek Fisik, Evaluasi Rapor Merah Non Formal Terabaikan

Koswara menegaskan pentingnya ketersediaan fasilitas publik yang memadai, termasuk transportasi yang efisien.

Untuk itu, Pemkot Bandung telah melakukan kajian mendalam terkait pengaturan jam operasional di tiga sektor utama: jam sekolah, jam kerja pemerintah, dan jam operasional komersial.

Hasilnya menunjukkan bahwa penataan jam kerja pemerintah memiliki dampak signifikan terhadap pengurangan kemacetan di kota ini.

Selain itu, Koswara juga menekankan pentingnya pembangunan transportasi massal yang lebih terintegrasi.

Menurutnya, jika transportasi massal sudah berfungsi dengan baik, penggunaan kendaraan pribadi harus dikendalikan melalui berbagai kebijakan seperti sistem ganjil-genap, tarif parkir yang tinggi, atau penerapan jalan berbayar.

Koswara menyebutkan proyek Tol Dalam Kota (Tol Bypass Urban Transport – BUTR) yang digagas pemerintah pusat sebagai salah satu langkah penting untuk mengatasi kemacetan.

Namun, ia mengingatkan bahwa keberadaan tol ini bukanlah solusi akhir. Tanpa penguatan angkutan umum yang efektif, kemacetan di Bandung tetap tak terhindarkan.

Baca Juga:Komisi III DPRD Kota Banjar Akan Minta Penjelasan Soal DAU Disdik dalam Rapat KerjaDisdik Bandung Barat Keluarkan Aturan KBM dan Libur Selama Ramadan 2025

“Tol dalam kota bukanlah solusi yang bersifat final. Tanpa sistem transportasi publik yang baik, kemacetan akan terus terjadi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Koswara mengingatkan pentingnya kesinambungan kebijakan transportasi di Bandung. Ia berharap agar kebijakan ini dapat berjalan konsisten, meski terjadi pergantian kepemimpinan.

“Kebijakan yang baik harus berlanjut, agar solusi yang sudah dirancang tidak terhambat,” ungkapnya.

Koswara juga mengajak masyarakat Bandung untuk mulai beralih menggunakan angkutan umum demi mengurangi kemacetan.

0 Komentar