Pengamat Sebut Layanan Perintis dan Subsidi Transportasi Dapat Pengaruhi Perekonomian

Bus Trans Metro Pasundan melintas di Jalan Kebon Jati, Kota Bandung, Selasa (11/2). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspes
Bus Trans Metro Pasundan melintas di Jalan Kebon Jati, Kota Bandung, Selasa (11/2). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspes
0 Komentar

Tujuan angkutan perintis, ucap Djoko, merupakan transportasi yang menjadi urat nadi pembangunan suatu daerah. Melalui transportasi, menurutnya, intensifitas pembangunan dan konektivitas wilayah pun akan terjadi.

“Dinamika ini, secara langsung maupun tidak, akan membuka keterisoliran wilayah, lalu akan berdampak dengan sendirinya pada pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal, serta mempermudah akses layanan publik,” ucapnya.

Djoko menjelaskan, adanya angkutan jalan perintis bukan hanya membantu masyarakat, tetapi juga membantu kelancaran perekonomian wilayah.

Baca Juga:Tantangan Pendidikan di Era Digital, Orang Tua dan Guru Dituntut Beradaptasi dalam Parenting AnakCimahi Makin Padat, Pemkot Percepat Persetujuan Bangunan Gedung  untuk Lingkungan Lebih Tertata

Dia menambahkan, di pulau-pulau kecil, keberadaan angkutan jalan perintis dinilai sangat membantu anak sekolah. Angkutan jalan perintis dioperasikan oleh Perum. Damri, sehingga di daerah kerap disebut Bus Damri.

“Manfaat layanan bus Damri di pulau-pulau kecil, seperti di Pulau Sipora, Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat, utamanya dirasakan anak-anak sekolah. Setiap pagi, bus Damri tak ubahnya bus sekolah yang dipenuhi anak-anak berseragam SD hingga SMA,” jelas Djoko.

“Sejak adanya bus Damri, mereka tidak perlu lagi diantar orangtua atau, bahkan jalan kaki untuk sampai sekolah yang berjarak 5 sampai 9 kilometer dari rumah,” lanjutnya.

Djoko memaparkan, bus perintis merupakan layanan transportasi yang disediakan oleh pemerintah melalui subsidi, untuk menjangkau daerah-daerah yang belum memiliki angkutan umum yang memadai.

Tujuan utama program ini adalah meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas wilayah terpencil atau terisolasi.

Tujuan diadakan angkutan perintis (orang dan barang), yang pertama, untuk meningkatkan aksesibilitas di daerah terpencil, seperti melayani wilayah yang belum terjangkau angkutan umum regular dan memudahkan masyarakat, di daerah pelosok untuk bepergian ke pusat kota atau wilayah dengan fasilitas lebih baik.

Kedua, mendukung perekonomian masyarakat, seperti mempermudah mobilitas pedagang, petani, dan pekerja untuk mengangkut hasil bumi dan barang dagangan dan membantu distribusi logistik serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga:Sambangi Menkop UKM, Dedie Rachim Bahas Penguatan Koperasi di Kota BogorJaga Stabilitasi Harga Pangan Jelang Bulan Ramadan, Disdagin Kota Bandung Beberkan Strategi

Ketiga, meningkatkan konektivitas antarwilayah, seperti menghubungkan daerah terpencil dengan terminal, stasiun, pelabuhan, atau pusat transportasi lainnya, dan mendorong masyarakat untuk menggunakan transportasi umum sebagai alternatif kendaraan pribadi.

Keempat, meningkatkan keselamatan transportasi, seperti menyediakan moda transportasi yang lebih aman dan teratur dibandingkan angkutan tidak resmi atau kendaraan pribadi, yang kurang laik jalan dan mengurangi risiko kecelakaan akibat penggunaan kendaraan pribadi yang tidak memenuhi standar keselamatan.

0 Komentar