JABAR EKSPRES – Kemanfaatan pelayanan perintis dan subsidi transportasi cukup jadi perhatian. Pasalnya, anggaran yang digelontorkan terbilang besar.
Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno mengatakan, terganggunya layanan transportasi perintis dapat mempengaruhi kegiatan perekonomian dan mobilitas warga.
“Menurut Syaiful Huda, kendati efisiensi anggaran dilakukan, semestinya layanan tersebut masih bisa diberikan,” katanya kepada Jabar Ekspres melalui seluler, Selasa (11/2).
Baca Juga:Tantangan Pendidikan di Era Digital, Orang Tua dan Guru Dituntut Beradaptasi dalam Parenting AnakCimahi Makin Padat, Pemkot Percepat Persetujuan Bangunan Gedung untuk Lingkungan Lebih Tertata
Bersumber data Kementerian Perhubungan pada 2024, pelayanan perintis dan subsidi transportasi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), Kemenhub tahun 2024, total anggarannya sebesar Rp4,49 triliun.
Anggaran pelayanan perintis dan subsidi transportasi yang diberikan tersebut, tepatnya dibagi lagi untuk berbagai program.
Pertama, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat sebesar Rp1,49 triliun, terdiri dari beberapa proyek.
1. Sebanyak 357 trayek angkutan jalan Rp212,28 miliar.
2. Sebanyak 35 trayek angkutan antar moda Rp63,9 miliar.
3. Sebanyak 6 lintasan angkutan barang Rp 22,2 miliar
4. Sebanyak 270 trayek kapal perintis penyeberangan Rp 622,6 miliar.
5. Sebanyak 2 trayek Roro Long Distance Ferry Rp 18 miliar.
6. Sebanyak 10 kota dilayani angkutan perkotaan Rp500 miliar.
7. Kemudian 1 trayek angkutan perkotaan mendukung IKN Rp50 miliar.
Kedua, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara senilai Rp750 miliar, terdiri dari beberapa proyek.
1. Sebanyak 44 rute angkutan perintis kargo Rp108,40 miliar.
2. Sebanyak 264 rute angkutan perintis penumpang Rp588,48.
3. Satu rute angkutan subsidi kargo Rp13,93 miliar
4. Sebanyak 10.842 drum subsidi BBM penumpang Rp31,95 miliar.
5. Kemudian 1.583 drum subsidi BBM kargo.
Sedangkan yang ketiga, ujar Djoko, Direktorat Jenderal Perkeretaapian adasubsisi KA Perintis untuk 8 lintas menganggarkan dana sebesar Rp200,09 miliar.
“Kedelapan lintas tersebut adalah KA Perintis Datuk Belambangan, KA Perintis Lembah Anai, KA Perintis Minangkabau Ekspres, KA Perintis LRT Sumatera Selatan, KA Perintis Bathara Kresna, KA Perintis Cut Meutia, KA Perintis Amir Hamzah dan KA Perintis Lintas Tebing Tinggi Kuala Tanjung,” ujarnya.
Adapun yang keempat, lanjut Djoko, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut senilai Rp1,95 triliun untuk 39 trayek, 105 trayek angkutan perintis laut, dan 6 kapal ternak.
Baca Juga:Sambangi Menkop UKM, Dedie Rachim Bahas Penguatan Koperasi di Kota BogorJaga Stabilitasi Harga Pangan Jelang Bulan Ramadan, Disdagin Kota Bandung Beberkan Strategi
Sementara DIPA Kementerian Keuangan berupa subsidi public service obligation (PSO) sebesar Rp7,9 triliun. Untuk perkeretaapian Rp4,7 triliun (PT KAI) dan transportasi laut Rp3,2 triliun (PT Pelni).
