Susun 48 Program Prioritas di Musrenbang 2025, Kantor Pemerintah Baru di Bogor Timur Masih Jadi Cita-Cita

Camat Bogor Timur, Feby Darmawan. (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
Camat Bogor Timur, Feby Darmawan. (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kecamatan Bogor Timur telah menyusun sebanyak 48 program prioritas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2025.

Camat Bogor Timur, Feby Darmawan menuturkan ada beberapa usulan dan program prioritas yang menjadi fokus di Kecamatan Bogor Timur.

Dari 48 program yang menjadi prioritas dalam Musrenbang yang digelar kemarin (23/1) itu, kata Feby, sebanyak 70 persen di antaranya adalah pembangunan fisik.

Baca Juga:Menyambut Tahun Ular Kayu: Sebuah Perayaan Penuh Hikmah di Vihara Dharma RamsiDPRD Banjar Gelar Rapat Paripurna PAW Pengganti Sudarsono

“Seperti kelanjutan pembangunan jalan R3 Katulampa dan keikutsertaan dalam lomba P2WKSS di Kelurahan Baranangsiang,” terang dia.

Plh Wali Kota Bogor, Hanafi, menegaskan, bahwa pentingnya memprioritaskan program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dalam momen Musrenbang.

“Namun dalam kenyataannya, memang ada keterbatasan kemampuan daerah. Sehingga harus mencari mana yang sangat prioritas, baik pembangunan fisik maupun sosial,” tuturnya.

Menurutnya, persoalan-persoalan yang dihadapi juga kompleks, tidak hanya di Bogor Timur tetapi hampir di seluruh wilayah.

Masalah seperti stunting, angka pengangguran, hingga kemiskinan menjadi tantangan yang harus diatasi.

“Musrenbang ini diharapkan bisa mengaktualisasi dan merealisasikan harapan masyarakat. Walaupun relatif sulit, kita tidak boleh pesimis dengan kondisi yang ada,” pesan Hanafi.

“Kita harus berdiri tegak memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat, khususnya di Bogor Timur dan umumnya di Kota Bogor,” imbuh dia.

Baca Juga:Buntut Tes Kehamilan, Pihak SMA Sulthan Baruna Cianjur Bakal Dipanggil Komisi V DPRD JabarLampaui Target 16,69 Persen, PAD Kota Cimahi 2024 Tembus Rp500 Miliar

Ia menegaskan, salah satu upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat adalah rencana pembangunan pusat pemerintahan baru yang berada di wilayah Kecamatan Bogor Timur, tepatnya di Kelurahan Katulampa.

“Meski masih jauh dari realisasi, berbagai upaya telah dilakukan,” sebut Hanafi.

Dijelaskannya, bahwa Pemkot Bogor saat ini sudah memiliki lahan seluas 6 hektare yang sebelumnya diperjuangkan oleh Wali Kota Terpilih, Dedie A. Rachim, melalui hibah dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Kita punya cita-cita untuk itu, sebuah impian yang perlu direalisasikan. Namun, tentu saja tidak murah. Dibutuhkan anggaran sebesar Rp 250 miliar atau bahkan lebih. Oleh karena itu, kami juga mencari skema pembiayaan lainnya. Tujuannya, tentu untuk meningkatkan pelayanan Pemkot Bogor secara maksimal,” ungkap Hanafi.

0 Komentar